Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Maret 2020 | 04.30 WIB

Indonesia Masih Negatif Korona Hingga Kini, Ini Penjelasannya

Petugas saat memeriksa suhu badan penghuni di apartement Mediterania Residents, Kamis (6/2/2020). Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat gelar sosialisasi penularan virus Corona kepada penghuni apartemen. Pencegahan virus  bisa dimulai dengan rajin mencuci ta - Image

Petugas saat memeriksa suhu badan penghuni di apartement Mediterania Residents, Kamis (6/2/2020). Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat gelar sosialisasi penularan virus Corona kepada penghuni apartemen. Pencegahan virus bisa dimulai dengan rajin mencuci ta

JawaPos.com - Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masih nihil kasus penyebaran virus Korona. Anggota Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Hermawan Saputra menyebut bahwa para ahli sempat menduga faktor perbedaan ras menjadi alasan mengapa Indonesia masih belum terjangkit virus Korona.

Hermawan menjelaskan, terdapat tiga dugaan mengapa hingga saat ini belum ada temuan kasus Korona di Indonesia. Yang pertama mungkin karena kasus tersebut belum terlaporkan. "Kita menyebutnya under reporting atau sesuatu yang tidak terlaporkan ini banyak hal juga kalau kita turunkan,” ungkapnya.

Kedua adalah kemungkinan terjadi kegagalan deteksi. Ketiga adalah kemungkinan tidak matching-nya standar WHO dengan program yang dikembangkan di Indonesia.

Namun, jika dari standar internasional, kata Hermawan, Indonesia sudah cukup baik dan sesuai standar WHO. Kemudian untuk kegagalan mendeteksi juga cukup kecil sehingga yang paling mungkin adalah adanya data atau kasus yang tidak terlaporkan.

"Dari tiga Teori tadi, memang ada kemungkinan under reporting. Misalnya orang yang sudah terinfeksi atau meninggal dunia, tapi tidak pernah diperiksa atau keluarganya tidak merelakan untuk diotopsi sehingga terkubur bersama jasad. Ini bisa jadi," tuturnya.

Hermawan juga menambahkan, bisa saja ada orang yang memang sudah terinfeksi virus Korona, namun virus itu tidak bisa berkembang karena pengidapnya memiliki daya tahan tubuh yang kuat. "Atau bisa jadi ada orang yang terinfeksi tapi tidak terdampak," tutupnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore