Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Oktober 2026 | 23.15 WIB

Penanganan Kelainan Katup Pulmonal dengan TPVI Tanpa Buka Rongga Dada

Tindakan Transcatheter Pulmonary Valve Implantation (TPVI) pun dilakukan dengan tanpa membuka rongga dada. (IST) - Image

Tindakan Transcatheter Pulmonary Valve Implantation (TPVI) pun dilakukan dengan tanpa membuka rongga dada. (IST)

JawaPos.com – Kelainan katup pulmonal dengan riwayat penyakit jantung bawaan termasuk salah satu kasus yang kompleks. Untuk menanganinya, tindakan Transcatheter Pulmonary Valve Implantation (TPVI) pun dilakukan dengan tanpa membuka rongga dada. 

Transcatheter Pulmonary Valve Implantation (TPVI), merupakan prosedur penggantian katup pulmonal melalui kateter tanpa perlu membuka rongga dada seperti pada operasi jantung terbuka.

Diungkapkan, Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), Interventional Cardiologist dan Electrophysiologist Heartology Cardiovascular Hospital, kateter dimasukkan ke pembuluh darah menuju jantung. Kemudian katup buatan diposisikan pada lokasi yang telah direncanakan berdasarkan evaluasi anatomi dan kebutuhan klinis pasien.

Dibandingkan operasi jantung terbuka, pendekatan transkateter tidak memerlukan pembukaan rongga dada. Sehingga bisa mengurangi trauma pembedahan dan mendukung pemulihan yang lebih cepat.

Namun, untuk menjalani prosedur TPVI, dibutuhkan perencanaan yang matang. Kelayakan tindakan tetap bergantung pada anatomi jantung, kondisi katup, serta hasil pemeriksaan menyeluruh.

Untuk itu, pasien akan evaluasi anatomi jantung, pemilihan perangkat katup, hingga penilaian hasil tindakan. Karena itu, keputusan untuk menggunakan pendekatan transkateter harus ditentukan melalui pertimbangan tim medis berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

“TPVI bukan sekadar memasang katup baru. Kami harus memastikan kondisi pasien sesuai untuk tindakan ini, memahami anatomi jantung, serta menentukan strategi pemasangan yang tepat. Pada pasien dengan riwayat operasi sebelumnya, perencanaan menjadi semakin penting karena setiap pasien memiliki karakteristik dan tantangan klinis yang berbeda,” ujar dr. Faris Basalamah.

Tindakan TPVI dengan Riwayat Tetralogy of Fallot (ToF)

Seperti dikatakan dr. Faris, tindakan TPVI memerlukan pertimbangan yang matang terkait riwayat pasien. Seperti yang dilakukan pada seorang pasien perempuan berusia 25 tahun dengan riwayat Tetralogy of Fallot (ToF), yaitu kelainan jantung bawaan yang memengaruhi struktur jantung dan aliran darah.

Dikatakan, pasien tersebut memiliki riwayat operasi koreksi ToF pada usia satu tahun empat bulan, serta pemasangan ICD di usia 19 tahun. Bahkan kembali mengalami insufisiensi katup pulmonal atau kebocoran katup pulmonal di usia 24 tahun.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore