
Kegiatan The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com - Pengalaman pandemi Covid-19 yang lalu menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi krisis kesehatan.
Penguatan tidak cukup dilakukan dengan meningkatkan kapasitas rumah sakit, tetapi juga membutuhkan koordinasi antarlembaga, integrasi sumber daya, kemandirian teknologi medis, serta kolaborasi antara sektor kesehatan sipil dan militer.
Pentingnya kesiapan tersebut mengemuka dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta.
Forum yang diselenggarakan Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (Pertasindo) itu mempertemukan pembuat kebijakan, praktisi kesehatan, akademisi, dan pakar internasional untuk membahas penguatan ketahanan kesehatan nasional.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto menilai, pengalaman menghadapi pandemi menunjukkan bahwa krisis kesehatan tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja.
Menurut dia, kemampuan suatu negara menghadapi ancaman kesehatan bergantung pada kesiapan untuk mengantisipasi risiko, merespons keadaan darurat, hingga memulihkan kondisi setelah krisis berlalu.
Baca Juga:Kongres Nasional IV dan PIT IV PPSSI di Surabaya, Fitri Arman Terpilih Jadi Ketua Umum Baru
“Ketahanan kesehatan nasional bukan sekadar kemampuan menghadapi krisis, tetapi kemampuan bangsa untuk mengantisipasi, merespons, dan pulih. Tidak ada satu institusi atau sektor yang mampu menghadapi tantangan tersebut sendiri,” kata Hadi.
Dia menekankan perlunya tata kelola yang kuat, pembagian peran yang jelas, serta koordinasi lintas sektor agar respons terhadap krisis dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Tantangan tersebut menjadi semakin penting di tengah beragam ancaman kesehatan, mulai dari penyakit menular dan bencana alam hingga dampak perubahan iklim.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022