Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15.28 WIB

Peneliti Sebut Kadar BPA Air Galon Masih di Bawah Ambang Aman

ILUSTRASI. Galon guna ulang. (Istimewa) - Image

ILUSTRASI. Galon guna ulang. (Istimewa)

JawaPos.com - Kadar Bisphenol A (BPA) yang terdeteksi pada air minum yang menggunakan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) dinilai masih jauh di bawah ambang batas aman, sehingga risiko kesehatannya tetap berada dalam kategori aman.

Peneliti Unair Sudarmaji mengatakan, hasil Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) terhadap sampel air minum menunjukkan risiko kesehatan, baik non-karsinogenik maupun karsinogenik, masih berada dalam kategori aman.

"Berdasarkan hasil penelitian kami, masyarakat tidak perlu merasa panik. Seluruh sampel air minum yang kami analisis memiliki kadar BPA yang masih berada di bawah batas aman," kata Sudarmaji dalam keterangannya, Jumat (14/8).

Sudarmaji menegaskan bahwa, kalaupun ada BPA yang masuk ke dalam tubuh maka tidak bakal menetap secara permanen. Pakar Kesehatan Lingkungan Unair ini mengatakan, zat tersebut akan diproses oleh hati menjadi bentuk yang lebih mudah larut dalam air dalam waktu relatif singkat dan dikeluarkan melalui urin, feses, dan keringat.

"Jadi BPA tidak cenderung menumpuk secara permanen di dalam tubuh," katanya.

Meski demikian, Sudarmaji mengingatkan bahwa penyimpanan dan distribusi galon tetap harus dilakukan sesuai standar keamanan pangan. Menurutnya, paparan sinar matahari langsung maupun suhu tinggi memang dapat meningkatkan peluang migrasi BPA dari kemasan polikarbonat ke dalam air.

"Secara ilmiah, pajanan sinar matahari langsung maupun suhu tinggi dapat mempercepat degradasi polikarbonat sehingga migrasi BPA ke dalam air menjadi lebih besar," katanya.

Dia menjelaskan, galon yang disimpan terlalu lama di gudang bersuhu tinggi atau di dalam kendaraan pengangkut tanpa perlindungan dari panas matahari secara teoritis berpotensi mengalami peningkatan migrasi BPA dibandingkan penyimpanan pada suhu ruang. Sebab itu, pengendalian suhu selama proses penyimpanan dan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga mutu air minum.

Dia mengingatkan bahwa penyimpanan, distribusi, dan penggunaan galon harus dilakukan sesuai standar keamanan pangan. Sudarmaji menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mengubah kesimpulan utama penelitian yang menunjukkan penggunaan galon polikarbonat tetap aman.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore