
ILUSTRASI. Galon guna ulang. (Istimewa)
JawaPos.com - Kadar Bisphenol A (BPA) yang terdeteksi pada air minum yang menggunakan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) dinilai masih jauh di bawah ambang batas aman, sehingga risiko kesehatannya tetap berada dalam kategori aman.
Peneliti Unair Sudarmaji mengatakan, hasil Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) terhadap sampel air minum menunjukkan risiko kesehatan, baik non-karsinogenik maupun karsinogenik, masih berada dalam kategori aman.
"Berdasarkan hasil penelitian kami, masyarakat tidak perlu merasa panik. Seluruh sampel air minum yang kami analisis memiliki kadar BPA yang masih berada di bawah batas aman," kata Sudarmaji dalam keterangannya, Jumat (14/8).
Sudarmaji menegaskan bahwa, kalaupun ada BPA yang masuk ke dalam tubuh maka tidak bakal menetap secara permanen. Pakar Kesehatan Lingkungan Unair ini mengatakan, zat tersebut akan diproses oleh hati menjadi bentuk yang lebih mudah larut dalam air dalam waktu relatif singkat dan dikeluarkan melalui urin, feses, dan keringat.
"Jadi BPA tidak cenderung menumpuk secara permanen di dalam tubuh," katanya.
Meski demikian, Sudarmaji mengingatkan bahwa penyimpanan dan distribusi galon tetap harus dilakukan sesuai standar keamanan pangan. Menurutnya, paparan sinar matahari langsung maupun suhu tinggi memang dapat meningkatkan peluang migrasi BPA dari kemasan polikarbonat ke dalam air.
"Secara ilmiah, pajanan sinar matahari langsung maupun suhu tinggi dapat mempercepat degradasi polikarbonat sehingga migrasi BPA ke dalam air menjadi lebih besar," katanya.
Dia menjelaskan, galon yang disimpan terlalu lama di gudang bersuhu tinggi atau di dalam kendaraan pengangkut tanpa perlindungan dari panas matahari secara teoritis berpotensi mengalami peningkatan migrasi BPA dibandingkan penyimpanan pada suhu ruang. Sebab itu, pengendalian suhu selama proses penyimpanan dan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga mutu air minum.
Dia mengingatkan bahwa penyimpanan, distribusi, dan penggunaan galon harus dilakukan sesuai standar keamanan pangan. Sudarmaji menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mengubah kesimpulan utama penelitian yang menunjukkan penggunaan galon polikarbonat tetap aman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
