
ilustrasi mata. (Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang mengira mata juling atau strabismus bisa membaik bahkan sembuh tanpa pengobatan. Padahal, umumnya mata juling tidak membaik dengan sendirinya, terutama jika ketidaksejajaran mata menetap setelah usia empat bulan.
Kondisi ini perlu diperiksa karena dapat mengganggu fungsi penglihatan, persepsi kedalaman, koordinasi kedua mata, hingga meningkatkan risiko ambliopia atau mata malas pada anak.
Mata juling sendiri merupakan kondisi ketika satu mata melihat suatu objek, sementara mata lainnya mengalami penyimpangan atau deviasi. Pergeseran tersebut dapat terjadi ke arah dalam, luar, atas, maupun bawah.
Baca Juga:iCAR Bawa Dua Senjata di GIIAS 2026, V23 BEV dan V27 REEV Siap Bidik Pasar Otomotif Indonesia
Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC, Dr. Lely Retno Wulandari, SpM(K), menjelaskan, mata juling dapat muncul dalam berbagai bentuk sehingga tidak selalu mudah dikenali.
“Pada bayi berusia sekitar tiga hingga empat bulan, mata terkadang tampak belum sepenuhnya terkoordinasi karena sistem penglihatan masih berkembang. Namun, apabila ketidaksejajaran menetap setelah usia empat bulan, mata juling umumnya tidak membaik dengan sendirinya,” katanya kepada wartawan, Senin (10/8).
Kenali Jenis Mata Juling
Berdasarkan arah pergeseran mata, mata juling dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu esotropia terjadi ketika mata bergeser ke arah dalam atau mendekati hidung, sedangkan exotropia merupakan pergeseran mata ke arah luar.
Sementara itu, pergeseran mata ke atas disebut hypertropia dan pergeseran ke bawah disebut hypotropia. Pada sebagian pasien, deviasi mata juga dapat memiliki pola kombinasi atau berubah arah secara lebih kompleks.
Mata juling juga dapat dibedakan berdasarkan pola kemunculannya. Mata juling manifest merupakan ketidaksejajaran mata yang terlihat jelas dan dapat terjadi terus-menerus.
Ada pula mata juling latent atau tersembunyi, yakni kecenderungan mata untuk berdeviasi yang biasanya tidak terlihat dalam kondisi sehari-hari dan baru terdeteksi melalui pemeriksaan tertentu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022