Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Agustus 2026 | 23.15 WIB

Mata Juling Umumnya Tak Membaik Sendiri: Kenali Gejala, Jenis, hingga Penanganannya

ilustrasi mata. (Freepik) - Image

ilustrasi mata. (Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang mengira mata juling atau strabismus bisa membaik bahkan sembuh tanpa pengobatan. Padahal, umumnya mata juling tidak membaik dengan sendirinya, terutama jika ketidaksejajaran mata menetap setelah usia empat bulan.

Kondisi ini perlu diperiksa karena dapat mengganggu fungsi penglihatan, persepsi kedalaman, koordinasi kedua mata, hingga meningkatkan risiko ambliopia atau mata malas pada anak.

Mata juling sendiri merupakan kondisi ketika satu mata melihat suatu objek, sementara mata lainnya mengalami penyimpangan atau deviasi. Pergeseran tersebut dapat terjadi ke arah dalam, luar, atas, maupun bawah.

Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC, Dr. Lely Retno Wulandari, SpM(K), menjelaskan, mata juling dapat muncul dalam berbagai bentuk sehingga tidak selalu mudah dikenali.

“Pada bayi berusia sekitar tiga hingga empat bulan, mata terkadang tampak belum sepenuhnya terkoordinasi karena sistem penglihatan masih berkembang. Namun, apabila ketidaksejajaran menetap setelah usia empat bulan, mata juling umumnya tidak membaik dengan sendirinya,” katanya kepada wartawan, Senin (10/8).

Kenali Jenis Mata Juling

Berdasarkan arah pergeseran mata, mata juling dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu esotropia terjadi ketika mata bergeser ke arah dalam atau mendekati hidung, sedangkan exotropia merupakan pergeseran mata ke arah luar.

Sementara itu, pergeseran mata ke atas disebut hypertropia dan pergeseran ke bawah disebut hypotropia. Pada sebagian pasien, deviasi mata juga dapat memiliki pola kombinasi atau berubah arah secara lebih kompleks.

Mata juling juga dapat dibedakan berdasarkan pola kemunculannya. Mata juling manifest merupakan ketidaksejajaran mata yang terlihat jelas dan dapat terjadi terus-menerus.

Ada pula mata juling latent atau tersembunyi, yakni kecenderungan mata untuk berdeviasi yang biasanya tidak terlihat dalam kondisi sehari-hari dan baru terdeteksi melalui pemeriksaan tertentu.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore