Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Agustus 2026 | 19.02 WIB

RSUD Ruteng Akan Bina Dokternya yang Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Kesehatan

Ilustrasi dokter memegang elemen medis. (Freepik)

 

JawaPos.com – RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, buka suara setelah salah satu dokternya menjadi sorotan publik karena diduga melontarkan komentar tidak berempati terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan, dalam unggahan viral di media sosial Threads. Manajemen rumah sakit menyatakan akan melakukan pembinaan terhadap tenaga kesehatan yang bersangkutan.

Dalam keterangannya, manajemen mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian, kritik, dan masukan atas kasus tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan perhatian, kritik, dan saran kepada kami," tulis manajemen RSUD Ruteng.

RSUD Ruteng mengakui unggahan yang beredar dan ditulis oleh dr. Benny Christian Sihombing telah menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat. Karena itu, manajemen menyatakan telah mengambil langkah sesuai aturan dan kebijakan internal rumah sakit terhadap oknum yang terlibat.

"Menindaklanjuti hal tersebut, pihak manajemen telah melakukan langkah-langkah sesuai aturan dan kebijakan internal rumah sakit kepada oknum yang terkait," lanjut pernyataan tersebut.

Manajemen juga menegaskan bahwa komentar yang viral itu merupakan pendapat pribadi dokter yang bersangkutan dan tidak mencerminkan sikap maupun standar pelayanan RSUD Ruteng.

"Kami sampaikan bahwa pernyataan dimaksud merupakan opini pribadi yang bersangkutan dan tidak mewakili sikap, nilai, maupun standar pelayanan RSUD Ruteng. Hal ini juga bertentangan dengan Kode Etik yang berlaku di lingkungan kami," tegas manajemen.

Sebagai tindak lanjut, RSUD Ruteng memastikan akan meningkatkan pembinaan terhadap seluruh tenaga kesehatan dan staf agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

"Sebagai komitmen, kami akan terus membina seluruh tenaga kesehatan dan staf agar lebih bijak, santun, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi di ruang publik. Pelayanan yang humanis dan profesional akan terus kami jaga," tulis manajemen.

Kasus ini bermula dari unggahan seorang pasien BPJS Kesehatan di Threads yang mengaku menunggu ruang perawatan selama delapan jam. Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai komentar yang dinilai tidak berempati dari sejumlah akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan.

Setelah diketahui pemilik unggahan meninggal dunia, komentar-komentar tersebut menuai kecaman luas dari publik. Sejumlah tenaga kesehatan yang terlibat telah menyampaikan permintaan maaf, sementara beberapa institusi tempat mereka bekerja mengambil langkah pembinaan hingga pemutusan kerja sama sebagai bentuk penegakan etika profesi.

Editor: Kuswandi
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore