
Ilustrasi TBC. (Boldsky)
JawaPos.com - Pasien tuberkulosis (TB) tetap harus menyelesaikan pengobatan hingga tuntas meski gejala seperti batuk, demam, atau batuk darah sudah menghilang. Menghentikan obat sebelum waktunya justru dapat membuat bakteri penyebab TB menjadi kebal terhadap pengobatan.
Menurut Dokter spesialis paru Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K), banyak pasien TB keliru menganggap dirinya sudah sembuh setelah menjalani pengobatan selama sekitar dua bulan karena kondisi tubuh mulai membaik. Padahal, saat itu masih ada bakteri TB yang belum sepenuhnya mati.
"Berobat sampai selesai pada pasien-pasien TB itu penting untuk kesembuhan. Kalau pengobatan tidak selesai, biasanya karena masyarakat merasa setelah dua bulan pengobatan batuknya hilang, tidak ada batuk darah, nafsu makan naik, tidak ada demam, berat badan naik, mereka berhenti karena merasa sembuh," katanya kepada wartawan, Senin (3/8).
Padahal, ia menegaskan bahwa keputusan menghentikan pengobatan TB secara sepihak sangat berbahaya. Sebab, bakteri yang masih bertahan dapat berkembang menjadi lebih kuat dan resisten terhadap obat.
"Ini bahaya sebetulnya. Kuman-kuman itu belum mati semua, masih ada sebagian yang tersisa. Karena obatnya berhenti, lama-kelamaan akan berubah menjadi kuman yang lebih kuat atau menjadi kuman yang kebal atau resisten," tuturnya
Prof. Erlina menjelaskan, faktor yang membuat pasien tidak menyelesaikan terapi TB salah satunya adalah rasa bosan karena harus mengonsumsi obat selama enam bulan.
Faktor lainnya adalah kurangnya pemahaman mengenai pentingnya menyelesaikan pengobatan hingga tuntas. Menurutnya, edukasi yang baik kepada pasien menjadi kunci agar mereka tidak menghentikan terapi di tengah jalan.
Di sisi lain, efek samping obat juga kerap membuat pasien memilih berhenti berobat. Obat TB yang terdiri atas beberapa jenis dapat menimbulkan keluhan seperti mual, muntah, hingga gatal pada sebagian pasien.
Karena itu, ia meminta pasien tidak menghentikan obat apabila mengalami efek samping, melainkan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
"Kalau nanti merasa gatal atau merasa mual, jangan berhenti, tetapi datang ke fasilitas kesehatan untuk diberikan cara mengatasinya dan bila perlu diberikan obat-obatan," pungkas Prof. Erlina.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
