Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 01.43 WIB

Jangan Biasakan Anak Berangkat Tanpa Sarapan, Ini Dampaknya bagi Energi dan Konsentrasi

Ilustrasi sarapan menjadi hal penting bagi anak yang sering terlewat dan tidak disadari orang tua. (Istimewa) - Image

Ilustrasi sarapan menjadi hal penting bagi anak yang sering terlewat dan tidak disadari orang tua. (Istimewa)

JawaPos.com - Berangkat ke sekolah tanpa sarapan masih menjadi kebiasaan banyak anak di Indonesia. Padahal, makan di pagi hari bukan sekadar mengisi perut sebelum beraktivitas, melainkan langkah penting untuk memenuhi kebutuhan gizi, menjaga stamina dan energi, sekaligus membantu anak lebih fokus dan konsentrasi selama mengikuti pelajaran di sekolah.

Kondisi ini menjadi perhatian karena berbagai penelitian menunjukkan 16,9 hingga 59 persen anak usia sekolah di Indonesia masih melewatkan sarapan. Sementara itu, sekitar 31,2 persen orang dewasa juga belum terbiasa makan di pagi hari. Padahal, sarapan dapat memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan gizi harian, membantu menyediakan energi setelah tubuh berpuasa selama semalaman, mengurangi risiko mudah lelah, serta mendukung konsentrasi dan produktivitas sepanjang pagi.

Bagi anak-anak, manfaat sarapan bahkan lebih besar. Asupan makanan di pagi hari membantu otak memperoleh energi yang dibutuhkan untuk berpikir, mengingat, dan belajar.

Sebaliknya, anak yang terbiasa berangkat sekolah tanpa sarapan lebih rentan merasa lapar sebelum waktu makan siang, sulit berkonsentrasi, hingga kehilangan semangat saat mengikuti kegiatan belajar. Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, waktu sarapan juga dapat menjadi kesempatan bagi orang tua membangun komunikasi dengan anak sebelum memulai aktivitas.

Kebiasaan sederhana ini dinilai mampu membentuk pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan keluarga. Masih rendahnya budaya sarapan tersebut mendorong berbagai pihak untuk terus mengedukasi masyarakat.

Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan National Breakfast Day (NBD) yang telah memasuki tahun ke-14. Program tersebut menargetkan pembagian lebih dari 135.000 porsi menu sarapan kepada masyarakat sepanjang 2026.

Pada pelaksanaan perdana 26 Juli 2026, lebih dari 45.600 porsi telah dibagikan kepada sekitar 14.600 keluarga di 259 restoran yang berpartisipasi. Kegiatan akan berlanjut pada 23 Agustus 2026 dengan target distribusi 89.450 porsi, sehingga totalnya mencapai lebih dari 135.000 porsi.

Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia Caroline Kurniadjaja mengatakan, National Breakfast Day merupakan komitmen yang telah dijalankan selama 14 tahun untuk mengajak masyarakat membangun kebiasaan sarapan melalui pengalaman yang menyenangkan.

"Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi semakin banyak keluarga Indonesia menjadikan sarapan sebuah momen istimewa untuk mengawali hari dengan lebih hangat dan penuh energi, sekaligus membawa kebiasaan baik tersebut ke rumah setiap harinya," ujar Caroline di Jakarta.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore