
Ilustrasi galon guna ulang. (Istimewa)
JawaPos.com - Pakar Polimer Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.Eng. Hafis Pratama Rendra Graha, S.T., M.T. mengatakan, tidak perlu pembatasan usia galon guna ulang. Sudah ada peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang sudah mengatur keamanan galon melalui batas aman migrasi Bisfenol A (BPA) yang diizinkan ada dalam produk airnya.
”Kan sudah ada standar BPOM terkait migrasi BPA yang diizinkan. Jadi, tidak perlu lagi ada pembatasan usia galon. Kalau sudah melebihi batas migrasi yang sudah ditetapkan, otomatis galon itu tidak bisa lagi digunakan, dan umurnya sudah habis,” ujar Hafis Pratama Rendra Graha.
Menurut dia, sulit untuk menetapkan usia galon itu harus misalkan dua tahun atau lima tahun. Itu membutuhkan rincian dan pengujian lebih lanjut. Kecuali, menurut dia, ada data pendukungnya secara ilmiah.
”Kalau itu nggak dilakukan, susah untuk menentukan umur galonnya,” ucap Hafis Pratama Rendra Graha.
Yang jelas, lanjut dia, selama BPOM masih memberikan izin edarnya terhadap galon-galon itu, berarti masih aman untuk digunakan sebagai kemasan air minum. ”Jadi, yang bisa menentukan kapan galon itu untuk ditarik dari peredaran cuma BPOM. Tapi, mengenai berapa umur galon yang baik, itu pertanyaannya sederhana tapi jawabannya susah,” cetus Hafis Pratama Rendra Graha.
Sebelumnya, Pengamat Pangan sekaligus Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan Seafast Center IPB University Nugraha Edhi Suyatma mengatakan, secara teoritis galon guna ulang itu sudah di-treatment oleh produsen sebelum beredar di masyarakat.
Baca Juga:Hari Anak Nasional 2026, Buku Cerita Hadir untuk Dampingi Anak Pejuang Kanker Jalani Pengobatan
”Mereka punya standar internal terkait mutu fisik, kimia dan keamanan pangannya. Jadi, insya Allah aman,” kata Nugraha Edhi Suyatma.
Dia menjelaskan, berdasar informasi yang diperolehnya dari seorang peneliti yang terlibat dalam penelitian galon guna ulang, kerja sama Seafast IPB dengan BPOM, galon yang sudah diguna ulang sebanyak 50 kali dengan kondisi suhu penyimpanan yang ekstrim, itu masih memenuhi regulasi standar BPOM terkait migrasi BPA.
”Itu artinya, selama penggunaan ulang, galon itu masih aman karena migrasi senyawa spesifiknya tidak akan melebihi batas maksimum yang distandarkan,” tukas Nugraha Edhi Suyatma.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022