
Talkshow kampanye "Sereal Super untuk Anak Super" di Bandung, Senin (13/7)/(Istimewa)
JawaPos.com - Pemenuhan kebutuhan sarapan anak di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Data SEANUTS II (2024) menyebut hanya 32 persen anak usia 2-12 tahun mengonsumsi sarapan dalam jumlah memadai.
Sementara itu, Survei Diet Total Kementerian Kesehatan RI (2020) mencatat 47,7 persen anak belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan. Sebanyak 66,8 persen anak masih mengonsumsi sarapan dengan kualitas gizi rendah.
Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Ahmad Hafidz, kebiasaan sarapan yang baik perlu dibentuk sejak dini. Hal ini sangat penting untuk mendukung kesiapan anak menjalani aktivitas harian.
"Bagi anak, sarapan merupakan salah satu kesempatan untuk mendapatkan asupan energi sebelum memulai berbagai aktivitas. Kebiasaan sarapan yang baik dapat membantu anak lebih siap belajar, aktif bergerak, serta mendukung tumbuh kembangnya secara optimal," ujar dr. Ahmad Hafidz, dalam acara kampanye "Sereal Super untuk Anak Super" di Bandung, Senin (13/7).
Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi tentang pilihan sarapan yang tidak hanya mengenyangkan, tapi juga memberikan energi dan nutrisi penting bagi anak. Ini membantu anak belajar fokus, bermain aktif, dan tumbuh menjadi anak ceria serta percaya diri.
Senior General Manager Marketing Health & Wellness Combiphar, Felicia Stefanie, menjelaskan kampanye kesehatan ini lahir dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang harus didukung sejak dini.
"Setiap anak memiliki versi 'Super'-nya sendiri. Ada yang sangat ingin tahu, aktif bergerak, kreatif, berani mencoba hal baru, atau memiliki keunikan lain," ujar Felicia.
Dengan sarapan tepat, anak bisa mulai hari dengan lebih siap belajar dan mengembangkan potensi terbaiknya. Sarapan tepat sangat penting untuk dukung aktivitas harian anak.
"Kami ingin mengajak ibu Indonesia memberikan dukungan terbaik sejak pagi. Salah satunya melalui pilihan sarapan lezat, bernutrisi, yang membantu anak menjalani aktivitasnya lebih optimal," pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
