Ilustrasi menyusui. (Freepik)
JawaPos.com – Posisi bayi setelah menyusu menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu mengurangi gumoh atau regurgitasi yang terjadi berulang. Namun begitu, secara umum gumoh pada bayi adalah hal wajar seiring bertambahnya usia bayi.
Selain memperbaiki teknik menyusui dan menghindari pemberian ASI atau susu secara berlebihan, bayi juga disarankan diposisikan dengan kemiringan sekitar 45 hingga 60 derajat setelah menyusu agar isi lambung tidak mudah naik kembali ke kerongkongan.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroenterohepatologi dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp.G.H(K) mengatakan gumoh yang terjadi setiap kali bayi selesai menyusu sering kali membuat orang tua khawatir hingga memeriksakan anak ke dokter.
"Jadi kita menggunakan gravitasi untuk mencegah aliran balik dari lambung ke esofagus. Bayi boleh diposisikan sekitar 45 sampai 60 derajat setelah menyusui untuk mencegah aliran balik," ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/6).
Dokter Sri menjelaskan, sebelum mengatur posisi bayi, orang tua perlu memastikan bayi tidak mengalami overfeeding atau minum berlebihan serta menerapkan teknik perlekatan saat menyusui dengan benar.
Selain itu, Anggota Unit Kerja Koordinasi Gastroenterohepatologi IDAI tersebut mengatakan beberapa literatur juga memperbolehkan bayi diposisikan miring ke kanan terlebih dahulu selama sekitar satu jam setelah menyusu, kemudian dipindahkan ke posisi miring kiri untuk membantu mencegah refluks atau aliran balik isi lambung.
Dokter Sri juga menegaskan tak ada kaitan antara kualitas ASI dengan intensitas gumoh pada bayi. Alih-alih kualitas, ia menyebut bahwa gumoh pada bayi justru lebih karena kuantitas ASI yang terlalu banyak.
"Jenis atau kualitas ASI tidak memengaruhi untuk terjadinya gumoh, tidak ada faktor risiko gumoh karena misalnya kualitas ASI tidak ada ya. Yang ada itu kuantitas, cara pemberian," tegasnya.
"Makanya kita harus mencegah overfeeding atau pemberian minum berlebihan," pungkas dr. Sri.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
