
Ilustrasi vape or electric cigarette. (Pixabay/Antara)
JawaPos.com - Mayoritas produk rokok elektrik atau vape yang beredar di Indonesia ternyata sengaja dirancang untuk memikat anak-anak dan remaja. Menggunakan kedok desain kemasan yang lucu serta ribuan varian rasa yang menggugah selera, industri ini ditengarai tengah gencar membidik pasar generasi muda sebagai pengguna masa depan.
Fakta mengkhawatirkan ini terungkap oleh penelitian terbaru dari Institute for Global Tobacco Control (IGTC) di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.
Melalui studi komprehensif di tiga kota besar yakni Jakarta, Medan, dan Surabaya, para peneliti menguliti strategi pemasaran terselubung yang digunakan oleh produsen vape di tanah air.
Kartun dan Rasa Buah: Senjata Utama Jerat Remaja
Berdasarkan analisis terhadap 825 produk rokok elektrik, tim riset menemukan data yang mencengangkan. Sebanyak 58 persen kemasan vape terbukti menggunakan elemen visual yang sangat akrab dengan dunia anak muda.
Laporan yang diterbitkan dalam jurnal Tobacco Control ini menyebutkan, produsen kerap memanfaatkan karakter kartun, animasi, meme, hingga tipografi unik. Tak jarang, ditemukan pula ilustrasi telinga kelinci, dekorasi berkilau, hingga referensi visual yang identik dengan mainan dan video game populer.
Strategi ini kian agresif jika melihat varian rasa yang ditawarkan. Tercatat, 96 persen produk dengan sengaja mencantumkan setidaknya satu jenis rasa pada kemasannya, didominasi oleh aroma buah-buahan segar dan makanan penutup (dessert).
Bahkan, hampir seperempat produk menggunakan istilah concept flavors seperti "tropical breeze" atau "dark sparkle" untuk memicu rasa penasaran sensorik konsumen pemula.
Menanti Taji PP Nomor 28 Tahun 2024
Profesor Katherine Clegg Smith, PhD, dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, menegaskan bahwa temuan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah Indonesia untuk segera memperketat regulasi kemasan.
"Persyaratan peringatan kesehatan berukuran besar ditargetkan untuk memberikan dua dampak besar. Pertama, mencegah konsumen baru mencoba dan meningkatkan kesadaran risiko. Kedua, membatasi ruang gerak industri tembakau dalam menggunakan visual manipulatif untuk memasarkan produk mereka," ujar Profesor Smith.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
