
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Istimewa)
JawaPos.com-Maraknya kasus penyalahgunaan narkotika menggunakan perangkat vape mulai memunculkan dampak serius bagi industri rokok elektronik legal di Indonesia. Tidak hanya soal citra, ribuan pekerja hingga pelaku UMKM vape kini mengaku ikut terdampak akibat munculnya stigma negatif di masyarakat.
Asosiasi pelaku usaha vape menilai penyalahgunaan perangkat vape untuk narkoba dilakukan oknum tertentu dan tidak mewakili industri legal yang selama ini beroperasi sesuai aturan pemerintah. Namun, derasnya pemberitaan terkait vape dan narkoba disebut mulai memengaruhi kepercayaan konsumen hingga mengancam keberlangsungan usaha legal.
Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Budiyanto mengatakan, industri vape legal selama ini berjalan dalam kerangka hukum yang jelas. Mulai dari izin usaha hingga kewajiban pembayaran cukai kepada negara.
Baca Juga:5 Hal yang Bikin Orang Bimbang Mengambil Asuransi, Salah Satunya Kemudahan Proses Pembelian
”Yang terjadi dalam beberapa kasus adalah penyalahgunaan oleh oknum dengan memasukkan zat terlarang ke dalam perangkat. Hal ini perlu ditegaskan bahwa praktik tersebut bukan bagian dari ekosistem industri vape legal,” ujar Budiyanto di Jakarta.
Menurut dia, penyalahgunaan vape sebagai media konsumsi narkotika tidak bisa dijadikan dasar untuk menggeneralisasi seluruh industri. Sebab, dampaknya kini dirasakan pekerja ritel, distributor, produsen liquid, pelaku kreatif, hingga UMKM yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.
Budiyanto menyebut sejumlah toko vape mulai mengalami penurunan jumlah pelanggan karena meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan vape.
Baca Juga:Krisis Iklim Bikin Usaha Perempuan Kian Rentan, Akses Pembiayaan Hijau Dinilai Masih Minim
”Pekerja menjadi pihak yang paling rentan terdampak, karena penurunan aktivitas usaha secara langsung berimplikasi pada stabilitas pendapatan dan keberlangsungan pekerjaan mereka,” jelas Budiyanto.
Dia menambahkan, industri vape legal saat ini telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang cukup besar. Tercatat, ada hampir 150 ribu tenaga kerja yang terlibat di berbagai sektor industri vape nasional. Selain itu, industri ini juga melayani sekitar 2,4 juta pengguna aktif dan memberikan kontribusi cukai sekitar Rp 2,8 triliun kepada negara.
Dampak stigma sosial akibat isu narkoba juga mulai dirasakan langsung para pelaku usaha vape di daerah. Ketua Umum Asosiasi Ritel Vape Indonesia (ARVINDO) Fachmi Kurnia Firmansyah Siregar mengungkapkan, sejumlah anggota asosiasi menghadapi tekanan sosial hingga kesulitan bisnis.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
