Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Mei 2026 | 08.38 WIB

WHO Gelar Pertemuan Darurat Setelah Korban Meninggal Meningkat akibat Virus Ebola Menjadi 131 Orang

Ilustrasi virus Ebola (Freepik) - Image

Ilustrasi virus Ebola (Freepik)

JawaPos.com – World Health Organization atau WHO akan mengadakan pertemuan komite darurat setelah jumlah korban meninggal akibat wabah Ebola meningkat menjadi sekitar 131 orang.

Dilansir dari laman al-Jazeera pada Selasa (19/5), Pertemuan tersebut dijadwalkan untuk membahas respons lanjutan terhadap epidemi yang terus berkembang di Republik Demokratik Kongo dan mulai menyebar ke wilayah lain.

WHO menyebut peningkatan jumlah korban jiwa dan kecepatan penyebaran wabah menjadi perhatian serius internasional.

Menteri Kesehatan Republik Demokratik Kongo, Samuel Roger Kamba, menyatakan jumlah korban meninggal meningkat dari data sebelumnya menjadi sekitar 131 kematian dari 513 kasus dugaan infeksi. Sebelumnya, epidemi tersebut tercatat menyebabkan 91 kematian dari sekitar 350 kasus dugaan Ebola.

Pemerintah setempat masih melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan jumlah pasti korban yang meninggal akibat virus tersebut.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengaku sangat prihatin terhadap skala dan laju penyebaran wabah Ebola terbaru. Ia menyebut situasi tersebut telah dinyatakan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Kekhawatiran meningkat setelah virus mulai menyebar hingga ke Uganda.

Dalam pertemuan komite darurat, panel ahli internasional yang dipimpin WHO akan membahas berbagai pilihan vaksin untuk menangani epidemi terbaru tersebut. Hal ini menjadi penting karena wabah saat ini dipicu oleh strain Bundibugyo Ebola yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan resmi.

Para ahli akan mengevaluasi bukti ilmiah terkait kemungkinan penggunaan vaksin yang sebelumnya dipakai untuk strain Ebola lainnya.

Wabah Ebola saat ini berpusat di provinsi Ituri, wilayah timur laut Republik Demokratik Kongo yang berbatasan dengan Uganda dan Sudan Selatan. Mobilitas masyarakat yang tinggi di kawasan pertambangan emas disebut menjadi salah satu faktor penyebaran lintas wilayah dan negara. Virus tersebut juga dilaporkan telah menyebar hingga ratusan kilometer dari pusat awal epidemi.

Sementara itu, WHO terus mengirim bantuan logistik untuk mendukung penanganan wabah di lapangan. Sejumlah pasokan medis, termasuk alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan, telah dikirim ke wilayah terdampak.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore