
ILUSTRASI: Seorang anak sedang mengikuti proses pemeriksaan mata di optik. (AI/Gemini)
JawaPos.com - Pemeriksaan mata pada anak membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan orang dewasa. Optometris harus mampu menghadirkan rasa aman agar anak kooperatif dengan prosedur pemeriksaan.
Pediatric Optometrist dan Expert Advisor dari Centro Escolar University Manila, Philippines, Dr. Scarlet Cacayuran Salva, O.D menjelaskan bahwa anak menunjukkan respons berbeda saat pemeriksaan mata. Maka, komunikasi dan observasi jadi kunci akurasi dan ketenangan pemeriksaan berlangsung.
“Anak-anak memiliki respons yang berbeda saat menjalani pemeriksaan mata. Karena itu, optometris membutuhkan kesabaran, kemampuan observasi, serta pendekatan komunikasi yang dapat membuat anak merasa aman dan terlibat selama proses pemeriksaan," ujar Scarlet pada Senin (18/5).
"Pengalaman pemeriksaan yang positif juga dapat membantu meningkatkan akurasi evaluasi penglihatan pada anak,” sambung Dr. Scarlet.
Dr. Scarlet melanjutkan, kebutuhan pemeriksaan visual anak makin berkembang dengan paparan layar digital sejak dini. Aktivitas visual harian juga makin tinggi, sehingga pemeriksaan mata anak perlu pendekatan spesifik dan menyeluruh.
Menurut dia, pemeriksaan mata anak tidak cukup hanya mengandalkan alat, tetapi harus memerhatikan psychological safety agar anak nyaman selama pemeriksaan. Pendekatan ramah anak membantu tenaga profesional pahami perkembangan visual anak secara optimal.
Senada dengan itu, Direktur Operasional Retail Optik Tunggal Doli Rosmiaty mengatakan, pemeriksaan mata anak tidak bisa memakai metode sama dengan orang dewasa. Anak butuh pendekatan komunikasi, observasi, dan metode pemeriksaan adaptif sesuai tahap perkembangan.
“Anak memiliki kebutuhan pemeriksaan visual berbeda dengan orang dewasa, sehingga pendekatan juga harus lebih spesifik. Kami ingin pastikan tim optometris paham dan mampu memberikan pengalaman pemeriksaan nyaman sekaligus tepat bagi anak,” kata Doli Rosmiaty.
Ia menambahkan, penguatan kompetensi SDM penting untuk jawab kebutuhan layanan mata anak yang terus berkembang. Kualitas layanan harus sejalan dengan peningkatan kemampuan tenaga profesional di bidang vision care.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
