Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Maret 2026 | 02.44 WIB

Kemenkes Tegaskan Peran Vital Perempuan untuk Lakukan Pencegahan Penyakit di Indonesia

Kemenkes menegaskan peran penting perempuan dalam mendorong upaya pencegahan penyakit di Indonesia. (istimewa) - Image

Kemenkes menegaskan peran penting perempuan dalam mendorong upaya pencegahan penyakit di Indonesia. (istimewa)

JawaPos.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan peran penting perempuan dalam mendorong upaya pencegahan penyakit di Indonesia, terutama melalui praktik hidup sehat di tingkat keluarga dan komunitas.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI Lovely Daisy mengatakan, penguatan sistem kesehatan masyarakat harus dimulai dari pendekatan pencegahan dengan melibatkan komunitas, termasuk perempuan sebagai aktor utama.

“Penguatan kesehatan masyarakat harus dimulai dari pendekatan yang menempatkan pencegahan sebagai fondasi utama. Perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong praktik hidup sehat di tingkat keluarga dan komunitas,” ujarnya, Rabu (11/3).

Ia menjelaskan, perempuan berperan penting dalam berbagai aspek kesehatan keluarga, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga kesehatan reproduksi. Karena itu, sistem kesehatan perlu memastikan perempuan memiliki akses yang memadai terhadap informasi dan layanan kesehatan.

“Oleh karena itu, sistem kesehatan perlu memastikan bahwa perempuan memiliki akses terhadap informasi, layanan kesehatan yang berkualitas, serta perlindungan terhadap hak-hak kesehatan reproduksi mereka,” lanjut Lovely.

Menurut Lovely, keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan sistem kesehatan yang kuat dapat mempercepat upaya pencegahan penyakit sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga di masa depan.

“Dengan dukungan sistem kesehatan yang kuat dan partisipasi aktif masyarakat, kita dapat mempercepat upaya pencegahan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan generasi mendatang,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Arifah Fauzi menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi kunci dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kemajuan perempuan harus dimulai dari pemenuhan hak-hak dasar, dilanjutkan dengan penegakan keadilan, dan diwujudkan melalui aksi nyata dalam kebijakan dan program pembangunan berkelanjutan,” kata Arifah.

Ia menambahkan bahwa kesetaraan gender merupakan prinsip penting dalam pembangunan, karena perempuan dan laki-laki memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mengakses sumber daya pembangunan.

“Berbagai studi menunjukkan pemberdayaan perempuan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pendiri dan Ketua FNM Society sekaligus Ketua Dewan Pembina Indonesia Health Development Center (IHDC) Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, Sp.M(K) menekankan bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat program kesehatan, tetapi juga penggerak perubahan di masyarakat.

“Hari Perempuan Internasional adalah momentum untuk melihat perempuan sebagai pemimpin dan agen perubahan. Kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan masyarakat,” kata Prof. Nila.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan agar upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya bagi perempuan, dapat berjalan secara nyata dan berkelanjutan.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar hak dan keadilan benar-benar terwujud dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore