Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Maret 2026 | 19.07 WIB

Jika Seseorang Telah Bekerja di Pekerjaan yang Sama, Lebih dari 15 Tahun, Kemungkinan Besar Memiliki 8 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang bekerja di pekerjaan yang sama lebih dari 15 tahun (Freepik/nurmagungfirmansyah)

 

JawaPos.com - Di dunia kerja modern yang serba cepat, berpindah pekerjaan setiap beberapa tahun sering dianggap hal yang wajar. Banyak orang mencari tantangan baru, gaji lebih tinggi, atau lingkungan kerja yang berbeda. Namun ada juga orang yang memilih tetap bertahan di pekerjaan yang sama selama belasan bahkan puluhan tahun.

Jika seseorang telah bekerja di tempat yang sama selama lebih dari 15 tahun, keputusan tersebut biasanya bukan sekadar kebetulan. Dari sudut pandang psikologi—khususnya dalam kajian Psikologi Kepribadian dan Psikologi Organisasi—ketahanan karier seperti ini sering berkaitan dengan pola karakter tertentu.

Bertahan lama di satu pekerjaan membutuhkan kombinasi stabilitas emosi, kesetiaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan internal organisasi. Menariknya, banyak penelitian juga mengaitkan sifat-sifat tersebut dengan model kepribadian seperti Big Five Personality Traits.

Dilansir dari Silicon Canals, terdapat delapan ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang mampu bertahan di pekerjaan yang sama selama lebih dari 15 tahun.

1. Loyalitas yang Tinggi


Salah satu ciri paling menonjol adalah loyalitas. Orang yang bertahan lama biasanya memiliki komitmen kuat terhadap organisasi, tim, dan nilai-nilai perusahaan.

Mereka tidak mudah tergoda oleh tawaran eksternal jika merasa tempat kerjanya masih memberikan rasa aman dan penghargaan. Bagi mereka, hubungan jangka panjang lebih penting daripada keuntungan jangka pendek.

Loyalitas ini juga sering membuat mereka menjadi figur yang dipercaya oleh manajemen maupun rekan kerja.

2. Ketahanan Mental (Resilience)


Bekerja lebih dari satu dekade di tempat yang sama berarti seseorang pasti telah melewati banyak perubahan: pergantian atasan, restrukturisasi organisasi, tekanan target, hingga konflik internal.

Orang yang bertahan biasanya memiliki tingkat resilience yang tinggi—kemampuan untuk bangkit kembali setelah menghadapi tekanan atau kegagalan.

Alih-alih menyerah ketika keadaan sulit, mereka cenderung mencari cara untuk menyesuaikan diri dan tetap maju.

3. Konsistensi dan Disiplin


Karier yang panjang jarang terjadi tanpa konsistensi. Orang yang bertahan lama biasanya memiliki kebiasaan kerja yang stabil: datang tepat waktu, menyelesaikan tugas secara teratur, dan menjaga standar kualitas.

Konsistensi ini sering membuat mereka dianggap sebagai “pilar” dalam tim. Rekan kerja tahu bahwa mereka bisa diandalkan dalam berbagai situasi.

Dalam banyak organisasi, sifat ini jauh lebih berharga daripada sekadar bakat yang tidak konsisten.

4. Kemampuan Beradaptasi dengan Perubahan


Ironisnya, orang yang bertahan lama bukan berarti kaku terhadap perubahan. Justru sebaliknya.

Selama 15 tahun atau lebih, hampir pasti teknologi, sistem kerja, dan strategi perusahaan berubah berkali-kali. Orang yang bertahan biasanya mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut tanpa kehilangan produktivitas.

Kemampuan ini menunjukkan fleksibilitas mental yang kuat.

5. Tingkat Tanggung Jawab yang Tinggi

Dalam kerangka Big Five Personality Traits, sifat yang disebut conscientiousness sering muncul pada pekerja jangka panjang.

Mereka biasanya:

Teliti

Terorganisir

Bertanggung jawab

Berorientasi pada hasil

Karena sifat ini, mereka sering dipercaya memegang posisi penting atau tugas yang memerlukan keandalan tinggi.

6. Kesabaran yang Besar


Tidak semua perkembangan karier terjadi dengan cepat. Banyak orang keluar dari pekerjaan karena merasa pertumbuhan mereka lambat.

Sebaliknya, pekerja jangka panjang biasanya memiliki tingkat kesabaran yang lebih tinggi. Mereka memahami bahwa pengalaman, reputasi, dan kepercayaan dibangun seiring waktu.

Kesabaran ini memungkinkan mereka melihat karier sebagai perjalanan jangka panjang, bukan perlombaan singkat.

7. Hubungan Sosial yang Stabil


Bekerja bertahun-tahun di satu tempat juga berarti membangun jaringan sosial yang kuat.

Orang yang bertahan lama biasanya:

mudah bekerja sama

menjaga hubungan baik dengan rekan kerja

mampu mengelola konflik secara dewasa

Hubungan sosial yang sehat membuat lingkungan kerja terasa lebih nyaman sehingga mereka tidak merasa perlu mencari tempat baru.

8. Rasa Makna dan Kepuasan dalam Pekerjaan


Ciri terakhir yang sangat penting adalah adanya makna pribadi dalam pekerjaan.

Orang yang bertahan lebih dari 15 tahun biasanya merasa bahwa pekerjaan mereka:

memberikan kontribusi nyata

sesuai dengan nilai hidup mereka

memberikan rasa bangga atau identitas

Ketika seseorang merasa pekerjaannya bermakna, motivasi untuk bertahan menjadi jauh lebih kuat dibanding sekadar faktor gaji.

Kesimpulan

Bertahan di pekerjaan yang sama selama lebih dari 15 tahun bukan hanya soal kebiasaan atau keterbatasan pilihan. Dalam banyak kasus, hal tersebut mencerminkan kombinasi karakter yang kuat.

Orang-orang ini biasanya memiliki:

Loyalitas tinggi

Ketahanan mental

Konsistensi kerja

Kemampuan adaptasi

Tanggung jawab tinggi

Kesabaran besar

Hubungan sosial yang stabil

Rasa makna dalam pekerjaan

Dalam perspektif psikologi modern, sifat-sifat tersebut merupakan fondasi penting bagi stabilitas karier jangka panjang. Di tengah dunia kerja yang semakin dinamis, orang dengan karakter seperti ini sering menjadi penjaga budaya organisasi sekaligus sumber pengalaman yang sangat berharga.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore