
Minuman yang mengandung kafein (freepik)
JawaPos.com – Pada dasarnya mengurangi kafein saat berpuasa Ramadhan menjadi pertanyaan umum karena banyak orang minum kopi atau teh setiap hari sebelum puasa tiba.
Selama Ramadhan, tubuh tidak menerima air atau makanan sepanjang siang hari sehingga efek kafein pada hidrasi dan metabolisme menjadi lebih penting untuk diperhatikan.
Kafein sendiri adalah stimulan yang umum dikonsumsi melalui kopi, teh, soda atau minuman energi dan dapat memengaruhi tidur, irama tubuh serta tingkat level energi.
Dalam konteks puasa, pengaruhnya terhadap hidrasi, dan kualitas tidur layak dipertimbangkan ketika ingin minuman berkafein.
Artikel ini membahas secara ilmiah kebutuhan mengurangi atau menyesuaikan konsumsi kafein selama puasa sebagaimana dilansir dari laman Ministry of Health dan Johns Hopkins Aramco Healthcare, Minggu (22/2) :
Kafein merupakan zat stimulan yang bisa membuat seseorang merasa lebih waspada dan berenergi.
Di luar konteks puasa,kafein juga meningkatkan detak jantung dan dapat memengaruhi tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.
Baca Juga: Tips Praktis dan Psikologis : 5 Cara Mengajak Anak Ikut Tarawih Ramadhan Tanpa Bikin Bosan
Kadar kafein dalam tubuh dapat bertahan sekitar 5-6 jam setelah dikonsumsi, meskipun efeknya dapat bertahan lebih lama pada beberapa orang.
Badan seperti FDA merekomendasikan batas aman kafein sekitar 400 mg per hari untuk orang dewasa setara beberapa cangkir kopi.
Namun sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda tiap individu dan konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti insomnia dan kecemasan.
Karena itu, menyesuaikan konsumsi kafein saat puasa menjadi relevan agar bisa menjalani ibadah dengan nyaman.
