
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Siti Fatonah for JawaPos.com)
JawaPos.com – Pemerintah memastikan tidak bergantung pada satu pihak untuk pengadaan vaksin Covid-19. Selain mendapatkan komitmen vaksin hingga akhir tahun depan, pengembangan vaksin merah putih oleh ilmuwan Indonesia terus digeber.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, pemerintah memang berupaya mendapatkan komitmen lebih dini dalam pengadaan vaksin. ’’Dengan jumlah penduduk 267 juta, kita harus mampu menyediakan perlindungan kepada masyarakat, dalam konteks ini vaksin,’’ terang dia di kantor presiden kemarin (25/8).
Pemerintah mengandalkan vaksin merah putih yang sedang dikembangkan konsorsium riset Covid-19. Namun, diperlukan waktu untuk memastikan ketersediaan vaksin. Sembari menunggu, upaya mendapatkan akses vaksin dilakukan lebih awal ketimbang negara-negara lain. Bila meleset, masih ada waktu untuk memonitor vaksin yang dikembangkan pihak lain maupun vaksin merah putih.
Indonesia tidak hanya mengandalkan kerja sama antara Bio Farma dan Sinovac. ’’Indonesia juga bekerja sama dengan Sinopharm yang saat ini sedang melakukan uji klinis fase III,’’ tuturnya. Uji klinis itu dilakukan China National Biotec Group (CNBG) Sinopharm yang bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan perusahaan G42 Healthcare yang berbasis di Abu Dhabi.
Baca juga: BPOM Sudah Miliki Pedoman Uji Klinis Obat Covid-19
Uji klinis tersebut dilakukan di UEA lantaran di sana ada 85 kebangsaan. Harapannya, berbagai etnis dan bangsa di dunia bisa terwakili dalam uji klinis.
Selain itu, Indonesia bekerja sama dengan CanSino, perusahaan pertama penerima paten teknologi pembuatan vaksin Covid-19 dari pemerintah Tiongkok. Vaksin bikinan CanSino dibuat dari protein virus Covid-19 dengan vektor virus adenovirus yang sudah dilemahkan dengan nama Ad5. CanSino sudah melakukan uji klinis tahap III di UEA dan saat ini sedang bernegosiasi untuk uji lebih lanjut. Salah satunya di Indonesia.
Sementara itu, uji klinis fase III di Indonesia terus berlangsung. Kemarin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes swab sebagai rangkaian uji fase III calon vaksin Covid-19 asal Tiongkok, Sinovac, di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Bandung. Didampingi istri, Atalya Praratya, Emil –sapaan karib Ridwan Kamil– menjadi relawan uji calon vaksin bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.
Jika hasil pemeriksaan dan tes swab memenuhi syarat, mereka akan menjalani V1 atau penyuntikan pertama tiga hari kemudian (Jumat, 28/8) di lokasi yang sama. ”Ini prosedur utamanya adalah pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa kami bisa lolos masuk ke tahap kedua atau istilahnya V1 yang akan dilaksanakan tiga hari dari sekarang,” kata Emil seperti dilansir Radar Bandung.
Kunjungan kemarin merupakan satu di antara lima tahapan yang harus dijalani semasa uji vaksin yang berdurasi enam bulan. ”Dalam prosesnya, kami akan diberi dua dosis vaksin,” ungkapnya.
Emil optimistis dan tak khawatir atas kesertaannya menjadi relawan. Sebab, riwayat uji calon vaksin Sinovac itu menunjukkan hasil positif pada fase pertama dan kedua yang berlangsung di Tiongkok. Emil menuturkan, uji fase pertama dan kedua calon vaksin Sinovac menunjukkan keberhasilan imunitas di angka 90 persen. ”Tidak ada vaksin yang betul-betul (menunjukkan hasil) 100 persen. Sehingga 90 persen itu dianggap sangat baik untuk dijadikan proses,” katanya.
Baca juga: BPOM Minta Lengkapi Data Uji Klinis Obat Covid-19
Secara terpisah, Ketua Tim Riset Vaksin dari Fakultas Kedokteran Unpad Prof Kusnandi Rusmil mengatakan, uji klinis tersebut akan dipercepat dengan menambah frekuensi pemeriksaan relawan. Dari semula dalam satu tempat penelitian dimulai pukul 11.00 WIB menjadi dua kali pada pukul 11.00 dan 15.00. ”Jadi, 50 orang per hari. Diharapkan, Oktober sudah bisa bikin laporan. Akhir tahun ini kita bisa produksi vaksin,” katanya.
Dia mengungkapkan, 19 relawan yang dua minggu lalu menjalani penyuntikan perdana dalam kondisi sehat saat ini. ”Kayaknya happy-happy saja, jalan-jalan ke mana-mana. Tidak ada keluhan. Tapi, itu tetap dipantau semuanya,” katanya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=H4dX-fuo0Mw
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
