Sejumlah balita menerima vaksinasi. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat penanganan risiko penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Direktur Imunisasi Kemenkes Indri Yogyaswari mengatakan Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit terkait penanggulangan PD3I di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Surat edaran itu sudah kami keluarkan sejak minggu lalu, seiring masuknya kasus-kasus virus di wilayah terdampak bencana,” kata Indri
Namun, pelaksanaan imunisasi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu hambatan utama adalah rusaknya fasilitas penyimpanan vaksin akibat dampak bencana. Banyak puskesmas terdampak sehingga lemari pendingin vaksin tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut diperparah dengan pasokan listrik yang belum sepenuhnya pulih. “Padahal vaksin harus disimpan dalam kondisi suhu tertentu sebelum digunakan. Sekarang proses pemulihan listrik di puskesmas masih berjalan,” jelasnya.
Selain itu, keterbatasan tenaga vaksinator juga menjadi persoalan. Indri menyebutkan, sebagian tenaga kesehatan terdampak bencana dan sebagian lainnya telah direalokasi untuk pelayanan kesehatan di pos-pos pengungsian. “Jadi kendala terbesar saat ini ada pada penyimpanan vaksin dan ketersediaan vaksinator,” ujarnya.
Meski demikian, Kemenkes terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Indri mengatakan, pihaknya akan melakukan desk koordinasi langsung dengan Pemerintah Aceh yang dinilai sebagai wilayah dengan kondisi terberat. Fokus penanganan diarahkan pada pelaksanaan imunisasi tambahan di pos pengungsian, desa-desa terdampak langsung, serta wilayah yang muncul suspek penyakit seperti difteri dan campak. “Target kami adalah menyelesaikan imunisasi tambahan di lokasi-lokasi prioritas tersebut. Tapi untuk mencapai cakupan kesehatan yang optimal masih cukup berat dan perlu langkah lanjutan,” katanya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
