
Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan pewarnaan rambut menggunakan cat rambut. (Freepik)
JawaPos.com - Mewarnai rambut adalah kegiatan mengubah warna alami rambut menggunakan produk pewarna, baik untuk tujuan memperindah penampilan maupun menutupi uban. Proses ini dapat dilakukan di salon oleh profesional atau sendiri di rumah menggunakan cat rambut yang tersedia dalam sachet praktis.
Secara umum, cat rambut terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan waktu ketahanannya yaitu temporer, semi permanen, dan permanen. Semakin lama cat rambut bertahan, maka kandungan bahan kimia di dalamnya lebih banyak.
Bahan kimia seperti para-phenylenediamine (PPD), hidrogen peroksida, dan timbal asetat dalam produk tersebut dapat menyebabkan rambut kering, rapuh, atau kehilangan kelembapannya. Terlebih jika tidak diimbangi dengan upaya perawatan, maka berbagai kerusakan pada rambut akan mudah sekali terjadi.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mewarnai Rambut
Pengetahuan tentang cara merawat rambut sangat penting untuk diketahui sebelum mewarnai rambut, agar bisa mencegah efek samping yang tidak diinginkan. Rambut terdiri dari dua bagian yaitu akar dan batang, sedangkan proses pewarnaan hanya terjadi pada batang rambut.
Bagian batang rambut memiliki tiga lapisan yang tersusun dari medula sebagai bagian terdalam yang berongga, kutikula yang tersusun dari sel-sel keras, serta korteks yang mengandung pigmen alami penentu warna rambut.
Saat pewarna diaplikasikan, bahan kimia di dalamnya bekerja dengan menghapus warna asli pada korteks dan menggantinya dengan warna baru. Zat pewarna rambut biasanya mengandung berbagai bahan kimia, termasuk amonia dan peroksida yang berfungsi membantu proses perubahan warna tersebut.
Dampak Pewarnaan Rambut terhadap Kondisi Rambut dan Kesehatan
Bahan kimia yang terdapat dalam cat rambut berfungsi untuk mempertahankan warna pada rambut agar bertahan sesuai jenis dari produk tersebut. Namun, secara tidak sengaja bahan kimia tersebut juga akan terserap oleh tubuh.
Penggunaan yang terus menerus dapat membahayakan kondisi rambut dan kesehatan secara keseluruhan. Dikutip dari Alodokter, berikut risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat proses pewarnaan rambut, sehingga kamu perlu mempertimbangkan sebelum menggunakannya.
1. Rambut Rusak dan Rontok
Ketika menghasilkan warna baru, bahan kimia pada cat rambut bekerja dengan mengikis protein alami di batang rambut sebelum menggantinya dengan pigmen pewarna. Proses ini membuat struktur rambut berubah sehingga warna baru dapat muncul.
Namun, perubahan struktur tersebut dapat melemahkan batang rambut dan membuatnya terasa lebih kering, kasar, bahkan mudah rontok. Risiko kerusakan ini bisa semakin meningkat jika setelah mewarnai rambut kamu tidak melakukan perawatan yang tepat.
2. Iritasi Kulit Kepala
Kandungan zat para-phenylenediamine (PPD) dapat menimbulkan iritasi pada kulit, terutama kulit kepala. Jika bersentuhan langsung dengan kulit kepala, berbagai keluhan bisa muncul seperti kemerahan, kulit terasa kering dan pecah-pecah, pembengkakan, lepuh, hingga sensasi panas atau terbakar.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
