
Wanita yang menderita kulit eczema di sekitar mata (dok. stocksy)
JawaPos.com - Banyak orang yang hidup dengan eczema atau eksim tahu betapa mengganggunya kondisi ini. Kulit yang terasa gatal, kering, dan meradang sering muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.
Meski beberapa orang bisa dengan mudah mengenali pemicunya, sebagian lainnya merasa kebingungan karena gejalanya datang dan pergi tanpa pola tertentu. Padahal, mengenali penyebab kambuhnya eczema merupakan langkah penting untuk mengendalikan kondisinya dan mencegah kekambuhan yang berulang.
Eczema adalah sekelompok kondisi peradangan kulit yang menyebabkan kulit kering, gatal, kemerahan, dan ruam. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit terasa kering, bersisik, atau bahkan menebal dan berkerak. Eksim bukanlah penyakit menular, meskipun sering dikaitkan dengan faktor genetik dan lingkungan
1. Gangguan dari Bahan Iritan
Kulit dengan eczema cenderung lebih sensitif terhadap bahan iritan. Sentuhan dengan sabun keras, deterjen, parfum, atau cairan pembersih rumah tangga dapat langsung memicu reaksi gatal dan perih. Hal ini terjadi karena bahan iritan merusak lapisan pelindung kulit dan menghilangkan minyak alami yang menjaga kelembapan.
Bila paparan terus berlanjut sebelum kulit sempat pulih, peradangan pun tak terelakkan. Untuk meredakannya, hindari paparan langsung dengan bahan pemicu dan gunakan krim penghalang atau emolien segera setelah kulit terpapar.
2. Paparan Air Berlebihan
Air memang penting bagi kebersihan, tetapi terlalu sering mencuci tangan atau mandi dalam waktu lama justru dapat memperburuk eczema. Air panas dan sabun mengikis minyak alami kulit, membuatnya kering dan rentan iritasi. Bahkan, penggunaan pembersih berbasis alkohol juga dapat mempercepat hilangnya kelembapan.
Solusinya, gunakan sabun lembut tanpa pewangi, air hangat bukan panas, dan selalu aplikasikan pelembap segera setelah mencuci tangan atau mandi agar kelembapan tetap terjaga.
3. Pengaruh Stres dan Kesehatan Emosional
Penelitian menunjukkan bahwa stres emosional menjadi salah satu pemicu paling sering dari kambuhnya eczema. Saat tubuh mengalami stres, kadar hormon kortisol meningkat dan memperburuk peradangan. Tak hanya itu, stres juga dapat memperburuk kualitas tidur dan memperlemah sistem imun, membuat kulit semakin sensitif.
Meskipun sulit dihindari, stres bisa dikelola melalui kebiasaan menenangkan seperti berjalan santai, mendengarkan musik, atau melakukan meditasi singkat setiap hari untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
4. Cuaca, Kelembapan, dan Perubahan Musim
Eczema sering kali memburuk saat udara terlalu kering atau panas. Pergantian musim, suhu ruangan yang terlalu tinggi, dan penggunaan pendingin atau pemanas udara bisa membuat kulit kehilangan kelembapan dengan cepat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022