
Ilustrasi ketika anak mengalami leukemia. (Freepik)
JawaPos.com - Kesehatan anak merupakan prioritas utama bagi setiap orang tua, namun terkadang kondisi medis serius dapat menyerang tanpa peringatan. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah leukemia atau kanker darah yang dapat menyerang anak-anak.
Meskipun mendengar diagnosis kanker pada anak sangat mengkhawatirkan, pemahaman yang baik tentang penyakit ini dapat membantu orang tua mengambil langkah tepat untuk penanganan dini. Pengetahuan tentang leukemia menjadi penting agar orang tua dapat mengenali tanda-tanda awal dan segera mencari bantuan medis.
Leukemia adalah jenis kanker yang menyerang sel-sel darah putih dalam tubuh. Penyakit ini terjadi ketika sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal secara berlebihan, yang kemudian mengganggu produksi sel darah sehat.
Sel-sel kanker ini tidak dapat berfungsi dengan baik seperti sel darah putih normal dan akan menumpuk di dalam darah serta sumsum tulang. Akibatnya, tubuh kekurangan sel darah merah, sel darah putih sehat, dan trombosit yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh normal.
Leukemia memiliki berbagai jenis yang diklasifikasikan berdasarkan kecepatan perkembangannya dan jenis sel darah yang terkena. Menurut Kementerian Kesehatan, terdapat empat jenis utama leukemia yang perlu diketahui:
1. Leukemia Limfositik Akut
Jenis ini biasanya menyerang anak-anak, meskipun juga dapat terjadi pada orang dewasa. Leukemia ini berkembang dengan cepat dan memerlukan penanganan segera. Ini merupakan jenis leukemia yang paling sering ditemukan pada anak-anak.
2. Leukemia Mielositik Akut
Jenis ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang anak-anak. Seperti jenis akut lainnya, leukemia ini berkembang dengan cepat dan membutuhkan perawatan intensif. Sel-sel kanker pada jenis ini menyerang sel myeloid yang seharusnya berkembang menjadi berbagai jenis sel darah.
3. Leukemia Limfositik Kronis
Jenis ini ditemukan pada orang dewasa dan anak-anak, namun lebih jarang terjadi pada anak. Leukemia kronis berkembang lebih lambat dibanding jenis akut dan umumnya tidak menunjukkan gejala selama beberapa tahun pertama. Penderita mungkin baru menyadari penyakit ini setelah pemeriksaan darah rutin.
4. Leukemia Mielositik Kronis
Jenis ini umumnya terjadi pada orang dewasa dan sangat jarang pada anak-anak. Leukemia ini mungkin tidak menunjukkan gejala selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebelum masuk fase di mana sel mulai diproduksi dengan lebih cepat. Ketika memasuki fase akut, penyakit ini dapat berkembang dengan sangat agresif.
Dari keempat jenis leukemia tersebut, anak-anak paling umum terserang jenis Leukemia Limfositik Akut (ALL) dan Leukemia Mielositik Akut (AML). Kedua jenis leukemia akut ini berkembang dengan cepat dan memerlukan diagnosis serta penanganan yang segera.
ALL merupakan jenis yang paling sering didiagnosis pada anak-anak usia 2-5 tahun, sementara AML dapat menyerang anak-anak di berbagai kelompok usia. Meskipun terdengar menakutkan, tingkat kesembuhan leukemia pada anak cukup tinggi dengan penanganan yang tepat.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
