Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 September 2025 | 05.21 WIB

Bahaya Pembakaran Rokok dan Perdebatan Tembakau Alternatif: Edukasi Publik Masih Minim

Ilustrasi: Rokok konvensional vs tembakau alternatif. (American Heart Association) - Image

Ilustrasi: Rokok konvensional vs tembakau alternatif. (American Heart Association)

JawaPos.com - Rokok masih menjadi penyebab utama berbagai penyakit mematikan, mulai dari kanker paru, stroke, hingga penyakit jantung. Proses pembakaran tembakau saat merokok menghasilkan ribuan bahan kimia berbahaya, puluhan di antaranya terbukti bersifat karsinogenik. 

Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang bahaya pembakaran rokok dan pilihan pengurangan risikonya masih terbatas.

Menurut Dr. Vinny Kantroo, Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Indraprastha Apollo Hospitals, India, perbedaan mendasar rokok dengan produk tembakau alternatif terletak pada proses penggunaannya.

“Merokok melibatkan pembakaran tembakau yang menghasilkan asap penuh zat toksik. Sementara vape memanaskan cairan, sehingga tidak menghasilkan zat berbahaya sebanyak rokok,” jelasnya dikutip dari Hindustan Times, Senin (29/9).

Produk tembakau alternatif, seperti vape dan tembakau yang dipanaskan, memang dinilai lebih rendah risiko karena tidak menghasilkan tar dan karbon monoksida. Namun, pakar kesehatan masyarakat dr. Tri Budhi Baskara mengingatkan bahwa rendah risiko bukan berarti tanpa risiko.

“Produk alternatif bisa jadi strategi harm reduction bagi perokok yang ingin beralih, tapi pilihan terbaik tetap berhenti total dari nikotin,” tegasnya.

Menurut Tri, edukasi publik di Indonesia soal harm reduction masih minim dan sering tercampur opini serta stigma. Isu-isu seperti penyakit 'popcorn lung' atau kandungan cairan berbahaya, kata dia, kerap dibesar-besarkan meski secara ilmiah belum relevan. 

Kondisi ini membuat banyak orang melihat produk alternatif bukan sebagai opsi transisi, melainkan ancaman baru.

Sebagai jalan tengah, ia mendorong perokok yang tidak bisa berhenti segera beralih ke produk resmi dan legal, serta memahami cara penggunaan yang aman. “Namun, target jangka panjang terbaik tetap bebas nikotin sepenuhnya, karena itu satu-satunya pilihan tanpa risiko,” pungkas Tri.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore