Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 04.18 WIB

OCD dan Dampaknya pada Kehidupan Sehari-hari, Begini Cara Penanganannya

Ilustrasi OCD (Obsessive compulsive disorder) (Freepik) - Image

Ilustrasi OCD (Obsessive compulsive disorder) (Freepik)

Bila dibiarkan, OCD dapat membuat seseorang merasa kewalahan, menghindari aktivitas sosial, atau mengalami pengaruh buruk pada produktivitas kerja dan kebersihan mental. Banyak penderita merasa waktu mereka terkuras untuk ritual dan pikiran obsesif, sehingga sulit menjalani keseharian dengan normal.

Cara Penanganan OCD

1. Penanganan OCD dengan Psikoterapi

Terapi perilaku kognitif (CBT) dan teknik Exposure and Response Prevention (ERP) adalah metode populer untuk membantu penderita OCD menghadapi pikiran obsesif tanpa menjalankan ritual kompulsif. Terapi ini mengajarkan pasien untuk tidak hanya reaktif, tetapi lebih menerima ketidaknyamanan yang muncul secara bertahap.

2. Penanganan dengan Obat-obatan

Jika gejala OCD cukup parah atau terapi belum cukup, dokter dapat memberikan obat antidepresan, terutama golongan SSRI, untuk menyeimbangkan neurotransmitter di otak. Alodokter menyebut obat seperti fluoxetine atau sertraline kerap diresepkan dalam kasus OCD.

3. Adanya Peran Dukungan Sosial dan Edukasi

Dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas sangat penting agar penderita tidak merasa sendirian. Edukasi mengenai OCD kepada orang-orang terdekat dapat membantu memahami pola dan memberi ruang empati serta dukungan dalam perjalanan pemulihan.

4. Perawatan Mandiri sebagai Pelengkap

Aktivitas seperti meditasi, olahraga ringan, manajemen stres, dan menjaga pola tidur yang baik bisa membantu meredam gejala. Rutinitas positif ini mendukung terapi utama agar efeknya lebih maksimal serta menjaga keseimbangan emosional.

OCD bukanlah kondisi yang selalu bisa hilang sepenuhnya bagi semua orang, namun banyak individu bisa mencapai kontrol gejala yang signifikan melalui kombinasi terapi, obat, dan dukungan lingkungan. Untuk banyak orang, hidup bisa lebih nyaman dan produktif jika OCD dikelola dengan baik.

Meningkatkan literasi tentang OCD turut membantu mengurangi stigma terhadap gangguan mental ini. Dengan pengertian, dukungan, dan akses ke penanganan yang benar, penderita OCD tidak perlu merasa sendirian dalam proses pemulihan. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore