Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 18.58 WIB

Bahaya Konsumsi Boba Berlebihan, dari Risiko Diabetes hingga Obesitas

Ilustrasi minuman boba yang sedang disajikan. (Freepik) - Image

Ilustrasi minuman boba yang sedang disajikan. (Freepik)

JawaPos.com - Minuman boba atau bubble milk tea adalah minuman manis yang berasal dari Taiwan dan kini populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dikutip dari HelloSehat, minuman ini pertama kali diperkenalkan di Taiwan pada tahun 1980 oleh Liu Han-Chieh melalui kedai miliknya.

Cita rasanya yang khas dan lezat menjadikan minuman tersebut dengan cepat meraih popularitas dan mulai dikenal luas di kawasan Asia pada tahun 1990-an. Sekitar awal 2000-an, boba pun mulai merambah pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Boba biasanya terbuat dari campuran tepung tapioka dan gula merah. Namun, sekarang ada varian boba putih yang terbuat pati singkong dan akar chamomile. Ciri khas boba terletak pada bentuknya yang seperti bola-bola kenyal, sehingga disebut bubble pearls.

Boba biasanya ditambahkan ke dalam teh susu atau minuman segar lainnya, sehingga memberikan sensasi kenyal yang unik saat diminum dengan sedotan besar.

Kandungan Bahan dalam Minuman Boba

Ahli gizi menjelaskan bahwa komponen utama dalam boba berasal dari karbohidrat yang terkandung dalam tapioka serta tambahan gula. Pada satu porsi minuman boba terdapat jumlah gula yang sangat tinggi hingga melampaui batas konsumsi harian yang dianjurkan.

Dikutip dari HelloSehat, hasil penelitian tahun 2017 yang dilakukan oleh Jae Eun Min, David B. Green dan Loan Kim menjelaskan jika rata-rata kandungan gula dalam minuman boba mencapai sekitar 38 gram.

Tak hanya itu, boba juga memiliki kandungan kalori yang cukup besar. Dikutip dari Halodoc, satu gelas boba ukuran sedang mengandung sekitar 300-400 kalori, tergantung bahan dan topping yang dipakai. Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik, maka akan memicu kenaikan berat badan.

Bahaya Jika Mengonsumsi Minuman Boba Secara Berlebihan

Kandungan gula yang sangat tinggi pada minuman boba dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, serta berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Selain itu, kalori yang terkandung dalam boba dapat memicu kenaikan berat badan bahkan pada tingkat obesitas, apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai.

Tidak hanya itu, bola tapioka yang menjadi bahan utama boba cukup sulit dicerna oleh sebagian orang, sehingga konsumsi dalam jumlah banyak bisa menimbulkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, nyeri perut dan sembelit.

Tips Mengonsumsi Minuman Boba Agar Lebih Sehat

Sebaiknya pilih ukuran gelas yang lebih kecil untuk mengurangi asupan gula dan kalori dari boba. Saat memesan, minta agar kadar gula dikurangi (less sugar), bahkan beberapa kedai menyediakan pilihan tanpa gula atau menggunakan pemanis alternatif.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore