Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 16.49 WIB

Pernah Melihat Kematian Secara Tiba-Tiba? Kenali Sudden Death Syndrome dan Penyebabnya

Pasangan yang sedang berduka di sebuah makam (dok. freepik) - Image

Pasangan yang sedang berduka di sebuah makam (dok. freepik)

JawaPos.com - Kematian mendadak sering terjadi tanpa tanda peringatan dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Sudden Death Syndrome (SDS) adalah istilah umum untuk menggambarkan kematian mendadak akibat penyebab alami. Meski terdengar menakutkan, SDS bukanlah diagnosis resmi, melainkan istilah yang mencakup berbagai kondisi medis yang menyebabkan kematian secara tiba-tiba.

SDS tidak mengacu pada penyakit tunggal, tetapi merujuk pada kematian mendadak dan tidak terduga akibat penyebab alami. Menurut definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), SDS terjadi jika kematian berlangsung dalam satu jam setelah gejala muncul, atau dalam 24 jam sejak seseorang terakhir terlihat sehat tanpa tanda penyakit.

Banyak orang sering menyamakan SDS dengan sudden cardiac death (SCD) atau henti jantung mendadak. Padahal, melansir dari Medical News Today, SCD adalah salah satu penyebab paling umum SDS yang melibatkan berhentinya fungsi jantung secara tiba-tiba. Sekitar 73 persen kematian mendadak terkait dengan masalah kardiovaskular, jauh lebih tinggi dibandingkan penyebab lain seperti asma atau perdarahan otak.

Gejala dan Tanda Peringatan

SDS tidak memiliki gejala khusus karena penyebabnya sangat beragam. Pada kasus SCD, hampir setengah penderita tidak menunjukkan gejala apa pun sebelum meninggal. Namun, tanda yang mungkin muncul meliputi jantung berdebar (palpitasi), pusing, nyeri dada, sesak napas, dan pingsan. Gejala dari kondisi lain, seperti aneurisma otak, bisa disalahartikan sebagai keluhan ringan seperti sakit kepala hebat atau leher kaku.

Penting untuk memahami bahwa tidak semua kematian mendadak dapat diprediksi. Bahkan setelah autopsi, penyebabnya kadang tidak terdeteksi dengan jelas. Inilah yang membuat SDS menjadi tantangan besar bagi dunia medis, karena sulit memberikan peringatan atau diagnosis dini.

Penyebab Utama SDS

Penyakit jantung merupakan pemicu utama SDS. Beberapa kondisi yang termasuk di dalamnya antara lain serangan jantung, gangguan irama jantung bawaan (sudden arrhythmia death syndromes/SADS), kejang arteri koroner, hingga peradangan otot jantung atau myocarditis. Penyakit arteri koroner bahkan menyumbang hingga 80 persen kasus SCD.

Selain masalah jantung, SDS juga dapat disebabkan oleh gangguan lain. Epilepsi, asma berat, emboli paru, stroke, aneurisma otak, anafilaksis atau reaksi alergi parah, meningitis, dan krisis hipertensi adalah contoh kondisi non-kardiak yang bisa berujung pada kematian mendadak.

Dalam beberapa kasus, penyebab kematian tetap menjadi misteri meski pemeriksaan sudah dilakukan. Jika terjadi pada orang dewasa, kondisi ini disebut sudden adult death syndrome, sedangkan pada bayi dikenal sebagai sudden infant death syndrome (SIDS).

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Karena SDS memiliki banyak penyebab, faktor risikonya pun beragam. Namun, faktor yang meningkatkan risiko SCD paling sering ditemukan, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang berolahraga, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan ginjal juga meningkatkan kemungkinan terjadinya SCD.

Riwayat keluarga juga berperan penting, terutama untuk kondisi jantung bawaan seperti SADS. Jika salah satu orang tua memiliki gangguan tersebut, setiap anak memiliki kemungkinan 50 persen untuk mewarisinya. Faktor genetik inilah yang membuat pencegahan SDS menjadi lebih rumit.

Selain faktor genetik, pola hidup tidak sehat menjadi pemicu signifikan. Gaya hidup sedentari, pola makan tinggi lemak jenuh, serta kebiasaan mengonsumsi zat adiktif seperti narkotika dapat memperburuk kesehatan jantung dan meningkatkan risiko SDS.

Upaya Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore