Ilustrasi seseorang terlalu lama di toilet karena main handphone (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Siapa sangka kebiasaan sederhana seperti duduk di toilet sambil scrolling media sosial atau bermain game ternyata menyimpan bahaya tersembunyi bagi kesehatan. Seperti yang diketahui, toilet bukan lagi sekadar tempat untuk buang air besar, melainkan telah berubah menjadi ruang pribadi tempat orang menghabiskan waktu berlama-lama.
Kebiasaan menggunakan toilet duduk yang dikombinasikan dengan durasi yang diperpanjang karena aktivitas lain menciptakan kondisi yang tidak ideal bagi tubuh. Tanpa disadari, rutinitas yang tampak biasa ini dapat memicu masalah kesehatan serius yang bernama ambeien atau wasir.
Ambeien atau hemorrhoid sendiri merupakan kondisi medis yang terjadi ketika pembuluh darah di sekitar anus dan rektum bagian bawah mengalami pembengkakan dan peradangan. Kondisi ini mirip dengan varises yang terjadi pada kaki, namun berlokasi di area yang lebih sensitif.
Ambeien dapat terjadi di dalam rektum (ambeien internal) atau di bawah kulit di sekitar anus (ambeien eksternal). Adapun gejala yang umum dialami meliputi rasa gatal, nyeri, perdarahan saat buang air besar, dan munculnya benjolan di sekitar anus.
Meskipun duduk terlalu lama menjadi salah satu faktor risiko, ambeien sebenarnya disebabkan oleh berbagai kondisi yang meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area panggul. Kondisi seperti konstipasi atau sembelit yang memaksa seseorang mengejan terlalu keras saat buang air besar merupakan penyebab utama terjadinya ambeien.
Selain itu, kehamilan juga meningkatkan risiko karena tekanan janin pada pembuluh darah panggul dan perubahan hormonal. Adapun faktor lain termasuk obesitas, penuaan yang menyebabkan jaringan penyangga melemah, serta faktor genetik atau riwayat keluarga dengan ambeien.
Namun, penggunaan toilet duduk secara berkepanjangan tetap dapat meningkatkan risiko ambeien karena beberapa alasan medis yang mendasar. Di mana posisi duduk tidak memungkinkan sudut anorektal yang optimal untuk pengosongan usus, sehingga memerlukan tekanan lebih besar saat mengejan.
Kebiasaan berlama-lama di toilet, terutama sambil bermain gadget, memperpanjang waktu tekanan pada pembuluh darah di area anus. Posisi ini juga menghambat aliran darah balik dari area panggul, yang dapat menyebabkan stagnasi dan pembengkakan pembuluh darah.
Berbeda dengan toilet duduk, posisi jongkok pada toilet tradisional sebenarnya lebih selaras dengan anatomi tubuh manusia untuk proses buang air besar. Posisi jongkok memungkinkan sudut anorektal yang lebih lurus, sehingga feses dapat keluar dengan lebih mudah tanpa perlu mengejan berlebihan. Posisi ini juga mengurangi tekanan pada pembuluh darah di area panggul dan memungkinkan pengosongan usus yang lebih sempurna.
Namun, transisi dari kebiasaan toilet duduk ke jongkok memerlukan adaptasi dan mungkin tidak praktis untuk semua orang. Oleh karena itu, Mayo Clinic menyoroti beberapa langkah pencegahan ambeien. Langkah-langkah ini disarankan untuk menjaga konsistensi feses agar mudah dikeluarkan tanpa perlu mengejan berlebihan.
1. Konsumsi Makanan Tinggi Serat
Kamu perlu memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh untuk melunakkan feses dan menambah volumenya. Upaya ini dapat membantu menghindari mengejan berlebihan yang dapat memicu ambeien. Kamu juga dapat menambahkan serat secara bertahap dalam diet untuk menghindari masalah gas berlebihan.
2. Menjaga Asupan Cairan yang Cukup
Minum 6-8 gelas air dan cairan lainnya setiap hari untuk membantu menjaga melunakkan feses. Namun, hindari konsumsi alkohol karena dapat menyebabkan dehidrasi dan memperberat konstipasi atau sembelit.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
