Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 05.57 WIB

Apa Tindakan Pertama Bila Anak Terkena DBD di Rumah? Ini Kata Dokter

Ilustrasi demam berdarah. (JawaPos)

JawaPos.com-Jika anak tiba-tiba mengalami demam dan dicurigai terkena Demam Berdarah Dengue (DBD), ada beberapa langkah pertama yang harus dilakukan orang tua di rumah agar tak bertambah parah.

Dokter Spesialis Anak Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Venty, Sp.A, CIMI menegaskan bahwa DBD pada anak sering berkembang cepat. Karena itu, orang tua harus peka terhadap gejala awal dan tidak menunda pemeriksaan.

“Deteksi dini dan pemberian cairan yang cukup bisa sangat membantu mencegah kondisi menjadi lebih berat,” ujarnya, Rabu (17/9).

Ia menerangkan, DBD merupakan infeksi akut akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Data menunjukkan 73 persen kasus terjadi pada usia 5–44 tahun, dengan kematian terbanyak di kelompok anak usia 5–14 tahun. Fakta ini menjadi alarm penting bagi orang tua untuk lebih waspada.

Nyamuk Aedes aegypti biasanya berkembang biak di tempat penampungan air bersih, seperti tong air hujan atau barang bekas. Siklus hidupnya cepat, hanya 7–10 hari dari telur hingga dewasa, sehingga pengurasan tempat air minimal setiap seminggu sekali menjadi langkah pencegahan utama.

Adapun bila anak mengalami gejala DBD, dr. Venty menyebut bahwa beberapa tindakan yang perlu adalah memberikan cukup cairan untuk mencegah dehidrasi, mengompres dengan air hangat, memberi obat penurun panas sesuai anjuran dokter, serta terus memantau kondisinya.

"Bila muncul tanda bahaya, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan," ucapnya. 

Untuk pencegahan di rumah, orang tua juga bisa menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas.

Langkah tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik, menaburkan larvasida, memakai kelambu, hingga menggunakan obat nyamuk juga efektif memutus penyebaran.

Selain pencegahan lingkungan, vaksinasi dengue menjadi lapisan perlindungan tambahan bagi anak. Vaksin ini direkomendasikan untuk usia 4 tahun hingga dewasa 60 tahun.

“Vaksin membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus dengue sehingga risiko sakit berat bisa ditekan,” jelas dr. Venty.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Pitono, menambahkan pihaknya menyediakan layanan klinik anak dengan fasilitas diagnostik modern dan ketersediaan vaksin dengue.

“Kami berkomitmen memberikan layanan optimal agar anak-anak tumbuh sehat dan terlindungi,” tegasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore