Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 08.06 WIB

Bukan Sekadar Kejang! Kenali Gejala dan Penyebab Epilepsi, Serta Pertolongan Pertama yang Tepat

Ilustrasi seseorang terkena epilepsi dan mengalami kambuh. (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf pusat yang ditandai dengan munculnya kejang berulang, akibat aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Kondisi ini sering kali menimbulkan gejala berupa kejang otot, tatapan kosong, kehilangan kesadaran sesaat, atau gerakan tubuh yang tak terkendali.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Hal ini selaras dengan pernyataan WHO bahwa sekitar 50 juta orang di seluruh dunia mengalami epilepsi. Oleh sebab itu, data menjadikan epilepsi sebagai salah satu penyakit gangguan saraf paling umum di dunia.

Penyebab Seseorang Mengidap Epilepsi

Dikutip dari Halodoc, penyebab epilepsi terbagi menjadi dua jenis, yaitu epilepsi idiopatik dan epilepsi simptomatik.

  • Epilepsi idiopatik atau epilepsi primer, diduga disebabkan oleh faktor genetik (bawaan lahir).
  • Epilepsi simptomatik atau epilepsi sekunder, umumnya berasal dari luka berat di kepala, tumor otak, dan juga stroke. Kondisi ini biasanya lebih mudah ditangani karena faktor penyebabnya sudah diketahui.

Gejala Epilepsi yang Umumnya Terjadi

Kejang merupakan gejala utama dari epilepsi. Dikutip dari Alodokter, pada penderita epilepsi, kejang terbagi menjadi dua jenis, yaitu kejang total (melibatkan seluruh tubuh) dan kejang parsial (sebagian).

Kejang Total

  • Kejang Tonik-Klonik: Ditandai dengan gerakan menghentak pada tubuh, lidah dapat tergigit, serta kesulitan bernapas.
  • Kejang Absans: Ditandai dengan tatapan kosong dan kehilangan kesadaran sesaat. Penderita tidak menyadari atau mengingat keadaan sekitar.
  • Kejang Atonik: Ditandai dengan tubuh mendadak lemas, penurunan kesadaran, hingga bisa menyebabkan pingsan.
  • Kejang Mioklonik: Ditandai dengan hentakan otot yang terjadi secara cepat dan tiba-tiba, baik pada salah satu maupun kedua lengan.

Kejang Parsial (Sebagian)

  • Kejang parsial sederhana: Terjadi hanya pada satu bagian tubuh, namun penderita tetap dalam keadaan sadar dan tidak kehilangan kesadaran.
  • Kejang parsial kompleks: Menyebabkan penurunan kesadaran, ditandai dengan melamun atau menatap kosong, serta munculnya gerakan berulang seperti menggosok tangan, mengunyah, atau berjalan memutar.

Pertolongan Pertama jika Pengidap Epilepsi Kambuh

Terdapat berbagai metode yang dapat ditempuh untuk menangani epilepsi. Tujuan utama pengobatan ini adalah menormalkan aktivitas listrik di otak sekaligus mencegah kambuhnya gejala.

1. Konsumsi Obat

Dokter biasanya meresepkan obat anti kejang atau antiepilepsi guna menurunkan frekuensi kejang. Jenis obat yang dapat diberikan antara lain asam valproate, carbamazepine, lamotrigine, levetiracetam, dan topiramate.

2. Terapi

Salah satu terapi yang dikenal adalah Deep Brain Stimulation (DBS). Metode ini dilakukan dengan menanamkan implan di dalam otak untuk membantu menormalkan sinyal listrik yang tidak seimbang. Terapi ini bertujuan menekan frekuensi serta mengurangi tingkat keparahan kejang pada penderita.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore