
Ilustrasi seseorang yang mengalami biduran (Dok. Alodokter)
JawaPos.com - Masalah kulit merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami oleh banyak orang, mulai dari jerawat, eksim, hingga berbagai jenis alergi kulit. Berbagai faktor seperti perubahan cuaca, polusi udara, pola makan, dan tingkat stres dapat memengaruhi kondisi kesehatan kulit seseorang.
Di antara berbagai gangguan kulit yang ada, biduran atau urtikaria menjadi salah satu kondisi yang cukup umum terjadi dan sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat muncul kapan saja dan tidak jarang mengganggu aktivitas sehari-hari karena penanganan yang tidak tepat.
Biduran sendiri adalah reaksi kulit yang menyebabkan munculnya bentol-bentol gatal pada permukaan kulit. Mayo Clinic menjelaskan bahwa biduran kronik akan menyebabkan bentol-bentol yang bertahan lebih dari enam minggu dan sering kali kembali muncul selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Terkadang, penyebab pasti biduran kronik tidak dapat diidentifikasi dengan jelas, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit. Kondisi ini berbeda dengan biduran akut yang biasanya berlangsung dalam waktu singkat dan memiliki pemicu yang lebih mudah diidentifikasi.
Biduran biasanya dimulai dengan munculnya bercak-bercak gatal yang kemudian berkembang menjadi bentol-bentol dengan ukuran bervariasi. Bentol-bentol ini dapat muncul dan menghilang secara acak seiring berjalannya reaksi pada tubuh. Setiap bentol biasanya bertahan kurang dari 24 jam sebelum akhirnya menghilang dengan sendirinya. Karakteristik inilah yang membedakan biduran dengan kondisi kulit lainnya, di mana bentol-bentol dapat berpindah dan berubah bentuk dalam waktu yang singkat.
Selain itu, ada beberapa faktor penyebab utama munculnya biduran. Namun, setiap orang akan mengalami reaksi yang berbeda pada setiap pemicunya, di mana beberapa orang mungkin mengalami flare-up yang parah hanya dengan pemicu ringan. Untuk itu, Alodokter menyoroti beberapa penyebab utama yang dapat menjadi pemicu munculnya biduran.
1. Alergi Makanan
Alergi terhadap makanan tertentu merupakan salah satu penyebab paling umum munculnya biduran, terutama pada anak-anak dan remaja. Makanan yang sering memicu reaksi alergi meliputi seafood, kacang-kacangan, telur, susu, dan buah-buahan tertentu. Reaksi alergi makanan ini dapat muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi makanan pemicu tersebut.
2. Faktor Udara Luar
Perubahan kondisi lingkungan seperti suhu udara yang ekstrem, kelembapan tinggi, atau paparan sinar matahari berlebihan dapat memicu munculnya biduran. Selain itu, polusi udara, debu, dan partikel-partikel asing di udara juga dapat menjadi faktor pemicu bagi individu yang lebih sensitif. Perubahan musim juga sering kali menjadi periode kritis di mana banyak penderita mengalami peningkatan frekuensi biduran.
3. Penyakit Tertentu
Dalam kasus tertentu, beberapa kondisi medis seperti penyakit autoimun, infeksi bakteri atau virus, dan gangguan sistem kekebalan tubuh juga dapat menjadi pemicu munculnya biduran. Penyakit seperti tiroid, lupus, dan artritis reumatoid merupakan contoh kondisi yang sering dikaitkan dengan biduran.
4. Kenaikan Suhu Tubuh
Peningkatan suhu tubuh akibat aktivitas fisik, demam, atau paparan lingkungan panas dapat memicu munculnya biduran pada individu yang sensitif terhadap panas. Kondisi ini dikenal sebagai urtikaria termal atau heat urticaria. Mandi dengan air panas, berolahraga intensif, atau berada di lingkungan yang panas dan lembap dapat memicu reaksi kulit dalam hitungan menit.
5. Alergi Tungau Debu
Tungau debu sendiri merupakan mikroorganisme kecil yang hidup di kasur, bantal, karpet, dan furnitur rumah tangga. Protein yang dihasilkan oleh tungau debu inilah yang dapat memicu reaksi alergi berupa biduran. Paparan terhadap tungau debu biasanya terjadi pada malam hari saat tidur atau ketika membersihkan rumah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga lingkungan rumah dan melakukan pembersihan rutin untuk mengurangi paparan tungau debu.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
