
Multitasking bisa membuat otak lelah. Apa saja tandanya?./Freepik/Wayhomestudio
JawaPos.com - Trauma seringkali meninggalkan jejak mendalam di otak, menyebabkan luka yang sulit disembuhkan. Namun, para ilmuwan kini menemukan bahwa proses penyembuhan ini bisa dibantu dengan cara-cara yang mengejutkan, bukan melalui pengobatan konvensional, melainkan dengan memanipulasi cara kerja tubuh secara alami.
Teknik-teknik ini berfokus pada pernapasan dan gaya hidup, yang terbukti mampu memperbaiki kerusakan sel dan menenangkan sistem saraf yang terganggu akibat trauma. Meskipun terasa berat, proses penyembuhan ini tidak selalu harus membosankan.
Beberapa metode bahkan bisa kamu lakukan sambil bersenang-senang, mengubahnya menjadi aktivitas yang menyenangkan dan memberdayakan.
Berikut adalah 3 teknik ampuh yang bisa membantu kamu memulihkan luka otak akibat trauma seperti dirangkum dari laman Your Tango!
Latihan pernapasan ini meniru kondisi dataran tinggi, di mana kadar oksigen lebih rendah. Dengan menahan napas secara berirama, kamu memberikan dorongan kuat pada tubuh. Proses ini memicu pelepasan hormon-hormon bahagia seperti dopamin, serotonin, dan endorfin, sekaligus mengaktifkan sel punca yang bertugas memperbaiki kerusakan di otak.
Teknik ini memberikan kontrol penuh padamu dan telah terbukti efektif mengubah sistem saraf dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh metode tradisional.
Sama halnya dengan kekurangan oksigen, memberikan jeda pada tubuh dari asupan makanan juga memicu proses perbaikan sel. Puasa intermiten sangat efektif jika dikombinasikan dengan latihan pernapasan.
Dengan perut kosong, sel darah merahmu menjadi lebih efisien dalam mengantarkan oksigen, mempercepat proses regenerasi sel yang rusak. Puasa ini memberikan waktu istirahat bagi mitokondria, pusat energi sel, memungkinkannya berkembang biak dan kembali lebih kuat untuk menyembuhkan luka dan mendukung pemulihan otak setelah trauma.
Yoga adalah salah satu latihan terbaik untuk penyembuhan trauma, terutama ketika kamu mempraktikkannya dengan fokus pada pernapasan dan kontraksi otot. Dalam setiap pose, kamu menahan napas saat mengencangkan otot, melatih tubuh dan pikiranmu untuk tetap stabil di bawah tekanan.
Teknik ini melatih tubuhmu untuk merasa aman, kuat, dan damai kembali. Dengan mempraktikkan teknik ini secara teratur, kamu tidak hanya meningkatkan efisiensi oksigen, tetapi juga memulihkan keseimbangan mendalam yang sangat dibutuhkan untuk proses penyembuhan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
