Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 06.55 WIB

3 Teknik Ilmiah yang Bisa 'Sembuhkan' Trauma di Otak, Kamu Harus Coba!

Multitasking bisa membuat otak lelah. Apa saja tandanya?./Freepik/Wayhomestudio - Image

Multitasking bisa membuat otak lelah. Apa saja tandanya?./Freepik/Wayhomestudio

JawaPos.com - ​Trauma seringkali meninggalkan jejak mendalam di otak, menyebabkan luka yang sulit disembuhkan. Namun, para ilmuwan kini menemukan bahwa proses penyembuhan ini bisa dibantu dengan cara-cara yang mengejutkan, bukan melalui pengobatan konvensional, melainkan dengan memanipulasi cara kerja tubuh secara alami. 

Teknik-teknik ini berfokus pada pernapasan dan gaya hidup, yang terbukti mampu memperbaiki kerusakan sel dan menenangkan sistem saraf yang terganggu akibat trauma. Meskipun terasa berat, proses penyembuhan ini tidak selalu harus membosankan. 

Beberapa metode bahkan bisa kamu lakukan sambil bersenang-senang, mengubahnya menjadi aktivitas yang menyenangkan dan memberdayakan. 

Berikut adalah 3 teknik ampuh yang bisa membantu kamu memulihkan luka otak akibat trauma seperti dirangkum dari laman Your Tango!

​1. Coba Latihan Pernapasan Hipoksia Intermiten

​Latihan pernapasan ini meniru kondisi dataran tinggi, di mana kadar oksigen lebih rendah. Dengan menahan napas secara berirama, kamu memberikan dorongan kuat pada tubuh. Proses ini memicu pelepasan hormon-hormon bahagia seperti dopamin, serotonin, dan endorfin, sekaligus mengaktifkan sel punca yang bertugas memperbaiki kerusakan di otak. 

Teknik ini memberikan kontrol penuh padamu dan telah terbukti efektif mengubah sistem saraf dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh metode tradisional.

​2. Gunakan Puasa Intermiten untuk Pemulihan Sel

​Sama halnya dengan kekurangan oksigen, memberikan jeda pada tubuh dari asupan makanan juga memicu proses perbaikan sel. Puasa intermiten sangat efektif jika dikombinasikan dengan latihan pernapasan. 

Dengan perut kosong, sel darah merahmu menjadi lebih efisien dalam mengantarkan oksigen, mempercepat proses regenerasi sel yang rusak. Puasa ini memberikan waktu istirahat bagi mitokondria, pusat energi sel, memungkinkannya berkembang biak dan kembali lebih kuat untuk menyembuhkan luka dan mendukung pemulihan otak setelah trauma.

​3. Praktikkan Pernapasan Yoga Tradisional

​Yoga adalah salah satu latihan terbaik untuk penyembuhan trauma, terutama ketika kamu mempraktikkannya dengan fokus pada pernapasan dan kontraksi otot. Dalam setiap pose, kamu menahan napas saat mengencangkan otot, melatih tubuh dan pikiranmu untuk tetap stabil di bawah tekanan. 

Teknik ini melatih tubuhmu untuk merasa aman, kuat, dan damai kembali. Dengan mempraktikkan teknik ini secara teratur, kamu tidak hanya meningkatkan efisiensi oksigen, tetapi juga memulihkan keseimbangan mendalam yang sangat dibutuhkan untuk proses penyembuhan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore