Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 September 2025 | 15.47 WIB

5 Kondisi Darurat Ini Bisa Ditolong dengan CPR, Kamu Wajib Tahu!

CPR pada pasien (Ilustrasi Adobe Stock) - Image

CPR pada pasien (Ilustrasi Adobe Stock)

JawaPos.com - Cardiopulmonary resuscitation (CPR) adalah tindakan darurat yang dilakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang saat detak jantung berhenti secara tiba-tiba.

Prosedur CPR bekerja dengan memompa darah ke seluruh tubuh melalui kompresi dada dan memberikan ventilasi buatan untuk memastikan organ vital tetap mendapatkan oksigen.

Meskipun CPR sering dikaitkan dengan henti jantung, prosedur ini juga bermanfaat untuk beberapa kondisi medis darurat yang mengancam nyawa dan membutuhkan pertolongan segera.

Mempelajari cara melakukan CPR dengan benar bisa meningkatkan peluang bertahan hidup pasien sebelum tim medis profesional tiba di lokasi kejadian.

Dilansir dari laman Halodoc.com, berikut lima kondisi yang dapat dibantu dengan prosedur CPR.

1. Henti Jantung

Henti jantung terjadi ketika jantung berhenti memompa darah secara mendadak. CPR bisa membantu menjaga sirkulasi darah ke otak serta organ vital lainnya.

Langkah kompresi dada yang tepat membantu menggerakkan darah dan memperpanjang kesempatan pasien bertahan hidup hingga penanganan medis lebih lanjut tersedia.

Ventilasi buatan selama CPR memberi oksigen ke paru-paru, membantu tubuh tetap menerima suplai oksigen yang diperlukan agar organ vital tidak rusak.

Tindakan CPR yang cepat dan tepat meningkatkan peluang pasien henti jantung selamat hingga 40–60 persen jika dilakukan segera.

2. Henti Pernapasan

Henti pernapasan muncul ketika seseorang tidak bernapas atau bernapas sangat lemah sehingga suplai oksigen ke tubuh dan otak terganggu.

Resusitasi jantung paru memungkinkan pemberian ventilasi buatan yang mencegah kekurangan oksigen, menjaga pasien tetap stabil sebelum pertolongan profesional datang.

Selain kompresi dada, pernapasan buatan harus dilakukan dengan ritme yang tepat sekitar 10–12 kali per menit untuk memastikan aliran oksigen optimal.

Dilansir dari Medical News Today, penanganan henti pernapasan dengan CPR dapat menurunkan risiko kerusakan otak akibat kekurangan oksigen dan meningkatkan kemungkinan pemulihan pasien.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore