Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 12.20 WIB

Waspada Tenggorokan Terasa Tercekik, Kenali Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya

Pria yang sedang merasakan sakit tenggorokan (Dok. Freepik) - Image

Pria yang sedang merasakan sakit tenggorokan (Dok. Freepik)

JawaPos.com -  Rasa sesak atau cekik di tenggorokan bisa membuat siapa saja panik. Sensasi ini bisa muncul ringan atau berat, berlangsung sebentar atau terus-menerus. Meski seringkali bukan pertanda serius, kondisi ini bisa menjadi gejala dari berbagai masalah kesehatan, mulai dari alergi, kecemasan, hingga gangguan tiroid.
 
Tidak semua rasa sesak di tenggorokan berbahaya. Namun, jika disertai kesulitan bernapas atau menelan, kondisi ini bisa menjadi darurat medis. Penanganan segera sangat penting agar tidak berisiko fatal.  
 
Melansir dari Medical News Today, alergi adalah salah satu penyebab paling umum dari rasa sesak di tenggorokan. Sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi zat tertentu (seperti makanan, serbuk sari, atau obat) sebagai ancaman. Reaksi tubuh ini bisa memicu gejala seperti hidung tersumbat hingga tenggorokan terasa kencang.  
 
Dalam kasus lebih berat, alergi bisa menimbulkan anafilaksis, reaksi berbahaya yang mengancam nyawa. Gejalanya meliputi batuk, mual, muntah, detak jantung cepat, tekanan darah rendah, bengkak di wajah atau lidah, hingga sesak napas. Tanpa penanganan cepat, anafilaksis bisa berakibat fatal.  
 
 
Bukan hanya faktor fisik, kondisi psikologis juga bisa memicu rasa sesak di tenggorokan. Saat serangan panik, seseorang bisa merasakan seolah-olah tenggorokannya mengencang atau ada benjolan yang menghalangi jalannya udara. Kondisi ini dikenal sebagai globus pharyngeus.  
 
Selain rasa cekik di tenggorokan, serangan panik biasanya disertai gejala lain seperti pusing, keringat dingin, gemetar, nyeri dada, kesemutan di tangan, hingga rasa takut yang intens. Meski tidak berbahaya secara langsung, kondisi ini bisa sangat mengganggu kualitas hidup. 
 
Apa Saja Pemicu Umumnya? 
 
Gangguan asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) juga bisa menjadi biang keladi. Saat asam lambung naik ke kerongkongan, seseorang bisa merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn) dan kadang sesak di tenggorokan. Bila dibiarkan, GERD bisa menyebabkan luka permanen di esofagus. 
 
Penyebab lain yang tak kalah sering adalah infeksi, baik virus maupun bakteri. Contoh yang umum adalah radang tenggorokan akibat strep throat atau radang amandel. Gejalanya meliputi demam, nyeri telinga, bau mulut, sakit kepala, hingga suara serak. 
 
Beberapa kondisi lain juga bisa menimbulkan rasa cekik, misalnya eosinophilic esophagitis (penyakit autoimun pada kerongkongan), laryngeal dystonia (gangguan pita suara), atau dysphagia yang terkait dengan penyakit saraf.  
 
Bagi penderitanya, rasa sesak di tenggorokan bisa digambarkan seolah-olah otot terkunci, ada benjolan yang mengganjal, atau seperti ada pita ketat melingkari leher. Rasa tidak nyaman ini kadang disertai nyeri, tekanan, atau dorongan untuk menelan berulang kali.  
 
Bagaimana Pengobatannya? 
 
Terapi untuk rasa sesak di tenggorokan sangat bergantung pada penyebabnya. Reaksi alergi berat membutuhkan suntikan epinefrin, sementara penderita GERD biasanya memerlukan obat penurun asam lambung. 
 
Untuk gondok, pengobatan bisa berupa obat hormon, terapi yodium radioaktif, atau operasi. Infeksi bakteri bisa diatasi dengan antibiotik, sementara infeksi virus biasanya membaik dengan istirahat dan hidrasi.  
 
Selain pengobatan medis, beberapa langkah sederhana juga bisa membantu meredakan gejala. Misalnya, menghindari pemicu alergi, menjaga pola makan sehat untuk penderita asam lambung, berkumur air garam hangat, hingga menggunakan permen pelega tenggorokan. Teknik relaksasi juga efektif bagi mereka yang mengalami kecemasan.  
 
Meski sebagian besar penyebabnya bisa ditangani, rasa cekik di tenggorokan tidak boleh dianggap sepele. Segera periksa ke dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai nyeri dada, demam tinggi, kaku leher, dan pembengkakan kelenjar. Dalam kasus alergi berat, penanganan darurat sangat penting sebelum gejala bertambah parah.  
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore