
Ilustrasi orang dengan asma. (Freepik)
JawaPos.com - Asma adalah salah satu penyakit kronis pada sistem pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran udara. Kondisi ini membuat penderitanya sering mengalami kesulitan napas, batuk, dan rasa sesak di dada.
Serangan asma bisa muncul secara tiba-tiba dan tingkat keparahannya berbeda pada setiap orang, mulai dari ringan hingga berat. Penyakit ini dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti alergi, debu, asap rokok, hingga aktivitas fisik berlebihan.
Dikutip dari Halodoc, ketika asma mengalami kambuh, otot-otot di sekitar saluran pernapasan akan mengalami kontraksi dan produksi lendir meningkat, sehingga aliran udara menjadi terhambat. Hal itu menyebabkan penderita asma membutuhkan obat pereda atau inhaler untuk membantu melegakan pernapasan.
Asma tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi bisa dikendalikan dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Menghindari faktor pemicu, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memeriksakan diri ke dokter sangat penting untuk mencegah serangan.
Pada teknik pengobatan di beberapa negara Asia, diyakini bahwa beberapa daging hewan dapat meredakan dan meringankan kondisi asma seseorang. Dikutip dari HelloSehat, berikut ini adalah penjelasan ilmiahnya.
1. Kelelawar
Sejumlah peneliti meyakini bahwa daging kelelawar mengandung senyawa ketotifen. Kandungan ketotifen termasuk dalam golongan obat antihistamin, yang bekerja dengan cara menghambat produksi histamin. Histamin adalah zat pemicu reaksi alergi ketika tubuh terpapar alergen.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Medical Association of Thailand, ketotifen terbukti memiliki efektivitas yang setara dengan kortikosteroid, seperti budesonide, dalam mencegah munculnya gejala asma pada anak-anak.
2. Cacing Tanah
Peneliti dari Yangtze University Medical College, Tiongkok, meneliti efek rebusan cacing tanah terhadap asma bronkial yang dipicu oleh peradangan saluran pernapasan.
Penelitian ini menggunakan marmut sebagai objeknya, lalu diberikan induksi menggunakan ovalbumin untuk menimbulkan gejala asma. Setelah itu, marmut diberikan rebusan cacing tanah dengan dosis tinggi maupun rendah.
Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa rebusan cacing tanah mampu membantu meredakan peradangan pada saluran pernapasan marmut. Mekanismenya bekerja dengan cara menghambat sekaligus mempercepat kematian sel-sel yang menjadi pemicu peradangan.
3. Tokek
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology meneliti efek anti-asma dari ekstrak tokek pada tikus yang dipicu alergi melalui induksi ovalbumin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tokek dapat mengurangi peradangan pada saluran pernapasan akibat reaksi alergi, sehingga membantu melonggarkan saluran napas dan mencegah timbulnya asma.

Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi The Three Lions Demi Lolos Perempat Final!
Prediksi Skor Prancis vs Paraguay: Bursa Taruhan Jagokan Les Bleus, Opta Catat Peluang Menang 79,7 Persen!
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Kanada vs Maroko: Bursa Dunia Sepakat Pilih Atlas Lions, Opta Beri Peluang Menang 51,8 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
