Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 22.30 WIB

Kenali Penyebab Radang Amandel, Lengkap dengan Solusi dan Jenis Makanan yang Wajib Dihindari

Ilustrasi makanan penyebab terjadinya radang amandel pada anak-anak (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Amandel adalah dua kelenjar kecil berbentuk oval yang terletak di bagian belakang tenggorokan, di sisi kiri dan kanan. Sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, amandel berfungsi sebagai benteng pertama yang melawan kuman seperti bakteri dan virus yang masuk melalui mulut atau hidung.

Peran amandel sangat penting, terutama pada anak-anak, karena sistem imun mereka belum berkembang sempurna. Seiring bertambahnya usia, fungsi amandel akan berkurang karena sistem kekebalan tubuh sudah lebih baik.

Ketika melawan infeksi kuman, amandel juga bisa mengalami peradangan yang disebut tonsilitis. Kondisi ini ditandai dengan nyeri tenggorokan, sulit menelan, dan pembengkakan.

Faktor Penyebab Peradangan pada Amandel

Peradangan amandel umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri melalui kontak langsung, tetapi bisa juga menular melalui percikan air liur (droplets) di udara, yang dikenal sebagai transmisi airborne.

Dikutip dari Halodoc, beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan radang amandel antara lain virus rubella (penyebab campak), adenovirus (penyebab diare), dan influenza (penyebab flu musiman).

Makanan yang Perlu Dihindari

Selain infeksi virus, radang amandel juga bisa dipicu oleh konsumsi makanan tertentu secara berlebihan. Dikutip dari Alodokter, beberapa makanan sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk pembengkakan, seperti makanan pedas, asam, kering, dan bertekstur keras.

  • Makanan pedas, seperti cabai dan lada, dapat mengiritasi amandel.
  • Makanan dan minuman asam bisa memperparah iritasi.
  • Makanan kering dan keras dapat melukai amandel dan menyebabkan kesulitan menelan.

Solusi jika Amandel Meradang dan Membengkak

Radang amandel umumnya bisa ditangani dengan obat-obatan, seperti antibiotik, untuk melawan infeksi bakteri. Penting bagi anak-anak untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik yang diberikan agar tidak terjadi resistensi virus.

Perawatan di rumah juga dapat membantu, seperti mengonsumsi makanan yang lembut, banyak minum air mineral, dan istirahat yang cukup. Selain itu, hindari asap rokok dan gunakan air humidifier jika memungkinkan.

Namun, jika kondisi semakin memburuk (seperti demam tinggi, kesulitan makan atau bernapas, dan sering kambuh), dokter akan menyarankan prosedur operasi amandel sebagai penanganan lebih lanjut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore