Ilustrasi seseorang yang sedang mengalami sakit kepala (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Sakit kepala di sisi kiri dapat menimbulkan rasa nyeri yang bervariasi, mulai dari pegal menyeluruh hingga rasa berdenyut tajam di area tertentu, misalnya di belakang mata kiri. Sensasi ini bisa berupa rasa berdenyut, menusuk, atau bahkan seperti ditikam.
Hampir setiap orang pernah mengalami sakit kepala dalam hidupnya. Sebagian kasus tergolong ringan dan dapat diatasi dengan perawatan di rumah, namun ada juga yang lebih serius hingga memerlukan perhatian medis segera.
Jika sakit kepala disertai gejala lain seperti penglihatan kabur, mual, muntah, kelemahan tubuh sebelah, atau kebingungan, maka kondisi ini bisa menjadi tanda darurat medis dan harus segera ditangani.
Melansir dari Medical News Today, terdapat beberapa jenis penyebab sakit kepala di sisi kiri.
1. Migrain
Migrain adalah salah satu penyebab paling umum sakit kepala sebelah. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri sedang hingga berat, biasanya berdenyut di sekitar pelipis atau mata sebelum menjalar ke sisi kepala lainnya. Migrain juga bisa disertai gangguan penglihatan, mual dan muntah, serta sensitivitas ekstrem terhadap cahaya, suara, atau bau.
Durasi migrain bisa berlangsung 4-72 jam. Faktor pencetus (trigger) antara lain stres, perubahan hormon, kurang tidur, makanan tertentu seperti keju, cokelat, atau alkohol, serta paparan cahaya terang.
2. Sakit Kepala Cluster
Cluster headache menimbulkan nyeri sangat parah di satu sisi kepala, terutama di sekitar mata. Rasa sakitnya digambarkan seperti terbakar atau menusuk. Gejala yang sering menyertai adalah mata berair, hidung tersumbat, kelopak mata terkulai, dan wajah memerah atau berkeringat
Sakit kepala cluster biasanya muncul berulang dalam periode 4-12 minggu, sering kali di jam yang sama setiap hari, dan lebih banyak menyerang pria usia 20-50 tahun.
3. Cervicogenic Headache
Jenis ini berawal dari masalah pada leher, misalnya cedera, radang sendi, atau gangguan tulang belakang atas. Nyeri biasanya menjalar dari leher ke mata, wajah, dan bahu. Leher terasa kaku, gerakan terbatas, dan bisa disertai penglihatan kabur serta mual.
4. Vaskulitis (Peradangan Pembuluh Darah)
Salah satu bentuknya adalah giant cell arteritis yang menyerang pembuluh darah di kepala, terutama pada orang di atas 50 tahun. Gejalanya berupa nyeri hebat di satu sisi kepala, nyeri saat mengunyah, hingga kehilangan penglihatan mendadak. Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
