Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Agustus 2025 | 17.20 WIB

5 Kondisi Darurat saat Demo dan Cara Pertolongan Pertamanya

Ilustrasi pertolongan pertama saat demo. (Freepik) - Image

Ilustrasi pertolongan pertama saat demo. (Freepik)

JawaPos.com - Demo atau unjuk rasa seringkali melibatkan massa dalam jumlah besar. Dalam kondisi tersebut, risiko terjadinya darurat kesehatan juga meningkat.

Oleh karena itu, penting bagi peserta maupun orang yang berada di sekitar lokasi untuk mengetahui pertolongan pertama yang tepat.

Berikut adalah lima kondisi darurat yang sering terjadi saat demo dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Gangguan Pernapasan atau Sesak Napas

Banyaknya massa bisa membuat peserta demo terhimpit hingga merasa sesak napas. Selain itu, adanya asap bisa menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.

Dikutip dari Halodoc (30/8), pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada korban sesak napas adalah:

  • Periksa jalan napas serta urat nadi korban. Jika perlu, lakukan CPR.
  • Longgarkan pakaian yang ketat.
  • Jika korban diketahui mengonsumsi obat tertentu, bantu ia mengonsumsinya.
  • Jika terdapat luka terbuka pada bagian leher atau dada, pastikan segera ditutup.
  • Jangan beri makanan atau minuman.
  • Jika korban mengalami cedera kepala, leher, atau dada, pindahkan ke tempat yang lebih aman. Tetap lindungi dan stabilkan posisi leher korban.
  • Jangan tinggalkan korban meski terlihat sudah membaik sampai bantuan medis tiba.

2. Pingsan Akibat Kelelahan atau Dehidrasi

Peserta demo bisa saja mengalami pingsan di tengah aksi. Dilansir dari Eka Hospital (30/8), pingsan bisa terjadi karena kelelahan, dehidrasi, penurunan tekanan darah, atau kondisi medis tertentu.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah:

  • Pindahkan korban ke tempat yang lebih aman dan memiliki udara cukup untuk bernapas.
  • Baringkan korban dengan posisi telentang. Angkat kaki sekitar 30 cm menggunakan penyangga.
  • Longgarkan pakaian yang ketat seperti ikan pinggang, syal, kerah baju, serta aksesori yang mungkin menekan area leher dan dada.
  • Periksa apakah pernapasan dan denyut nadi normal. Jika iya, biarkan tetap telentang sampai sadar.
  • Jika berada di ruangan, pastikan udara segar masuk dengan membuka jendela atau pintu. Hindari penggunaan kipas secara langsung di wajah.
  • Ketika mulai sadar, jangan biarkan korban langsung bangun untuk menghindari pusing atau pingsan kembali.
  • Beri air minum, terutama jika korban pingsan akibat dehidrasi.
  • Cari bantuan medis jika diperlukan.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Luka Bakar di Rumah, Hati-Hati Penanganan yang Salah Bisa Sebabkan Infeksi

3. Terpapar Gas Air Mata

Pada saat demo, aparat bisa saja menggunakan gas air mata untuk mengendalikan kerumunan atau kerusuhan.

Dilansir dari RS dan Klinik Mata KMU (30/8), gas air mata dapat menyebabkan efek seperti mata perih, batuk, sesak napas, dan iritasi kulit.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan jika terpapar gas air mata adalah:

  • Segera menjauh dari area yang terkena gas.
  • Jangan mengucek mata. Bilas dengan air bersih yang mengalir.
  • Hindari menyentuh area wajah, terutama mata dan area mulut untuk menghindari iritasi.
  • Jika belum bisa menjauhi lokasi, gunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh serta kacamata atau pelindung mata.

4. Luka Fisik Akibat Pukulan atau Benda Tajam

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore