Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 19.42 WIB

Terkena Gas Air Mata saat Demonstrasi? Kenali Efek dan Cara Penangannya

Suasana aksi bentrok aparat kepolisian dan massa aksi 28 Agustus 2025 di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ribuan buruh dari berbagai daerah di Indonesia  menggelar aksi besar di Jakarta pada Kamis (28/8). Aksi ini digerakkan oleh Partai Buruh, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), serta aliansi serikat pekerja nasional, dengan titik konsentrasi demonstrasi di depan DPR RI dan Istana Kepresidenan.

Aksi tersebut terus berlanjut hingga hari Jumat (29/8). Kejadian mengenaskan yang menimpa seorang ojek online membuat suasana semakin menegangkan dan terus mendorong masyarakat untuk turun aksi ke kawasan Polda Metro Jaya.

Gas air mata merupakan salah satu 'senjata' yang terkenal sering diandalkan para aparat di kala demonstrasi berlangsung. Awalnya, gas air mata dikembangkan untuk keperluan militer sebagai senjata kimia, tetapi penggunaannya dalam perang kini telah dilarang.

Saat ini, gas air mata lebih sering dipakai aparat keamanan untuk mengendalikan massa dalam demonstrasi atau kerusuhan, dengan aturan ketat seperti hanya digunakan di luar ruangan, dari jarak tertentu, dan dalam kadar serendah mungkin.

Paparan gas air mata bisa menimbulkan efek kesehatan segera maupun potensi dampak jangka panjang, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

Efek Jangka Pendek

Dilansir melalui Medical News Today, gas air mata terdiri dari bahan kimia berbentuk cairan atau padatan yang biasanya disemprotkan dalam bentuk bubuk atau larutan. Zat ini bereaksi dengan kelembaban tubuh sehingga menimbulkan rasa perih dan iritasi, terutama pada area lembab seperti mata, mulut, tenggorokan, dan paru-paru. Paparan gas air mata dapat menyebabkan:

  • Mata berair, terasa perih, dan kemerahan
  • Penglihatan kabur
  • Iritasi pada mulut dan hidung
  • Sulit menelan
  • Mual dan muntah
  • Sesak napas, batuk, dan mengi
  • Rasa tercekik atau sesak di dada

Biasanya, efek ini hilang dalam waktu 15-20 menit setelah menjauh dari sumber paparan. Namun, selain zat kimia itu sendiri, tabung gas air mata yang ditembakkan juga bisa menyebabkan luka bakar atau cedera serius pada wajah, mata, atau kepala.

Efek Jangka Panjang

Risiko jangka panjang biasanya rendah jika seseorang segera menjauh dari area paparan dan gejala cepat mereda. Namun, paparan dalam jumlah besar atau di ruang tertutup dapat menimbulkan dampak serius, seperti:

  • Glaukoma
  • Kebutaan permanen
  • Luka bakar kimia

Beberapa kelompok lebih rentan mengalami gejala berat, misalnya penderita asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Paparan di ruang tertutup juga meningkatkan bahaya karena zat kimia lebih mudah terperangkap.

Selain itu, penggunaan banyak tabung gas air mata sekaligus bisa meningkatkan konsentrasi bahan kimia di udara dan memperparah efek kesehatan.

Penanganan Paparan Gas Air Mata

 Jika terpapar gas air mata, langkah awal yang harus dilakukan:

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore