Suasana aksi bentrok aparat kepolisian dan massa aksi 28 Agustus 2025 di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ribuan buruh dari berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi besar di Jakarta pada Kamis (28/8). Aksi ini digerakkan oleh Partai Buruh, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), serta aliansi serikat pekerja nasional, dengan titik konsentrasi demonstrasi di depan DPR RI dan Istana Kepresidenan.
Aksi tersebut terus berlanjut hingga hari Jumat (29/8). Kejadian mengenaskan yang menimpa seorang ojek online membuat suasana semakin menegangkan dan terus mendorong masyarakat untuk turun aksi ke kawasan Polda Metro Jaya.
Gas air mata merupakan salah satu 'senjata' yang terkenal sering diandalkan para aparat di kala demonstrasi berlangsung. Awalnya, gas air mata dikembangkan untuk keperluan militer sebagai senjata kimia, tetapi penggunaannya dalam perang kini telah dilarang.
Saat ini, gas air mata lebih sering dipakai aparat keamanan untuk mengendalikan massa dalam demonstrasi atau kerusuhan, dengan aturan ketat seperti hanya digunakan di luar ruangan, dari jarak tertentu, dan dalam kadar serendah mungkin.
Paparan gas air mata bisa menimbulkan efek kesehatan segera maupun potensi dampak jangka panjang, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.
Efek Jangka Pendek
Dilansir melalui Medical News Today, gas air mata terdiri dari bahan kimia berbentuk cairan atau padatan yang biasanya disemprotkan dalam bentuk bubuk atau larutan. Zat ini bereaksi dengan kelembaban tubuh sehingga menimbulkan rasa perih dan iritasi, terutama pada area lembab seperti mata, mulut, tenggorokan, dan paru-paru. Paparan gas air mata dapat menyebabkan:
Biasanya, efek ini hilang dalam waktu 15-20 menit setelah menjauh dari sumber paparan. Namun, selain zat kimia itu sendiri, tabung gas air mata yang ditembakkan juga bisa menyebabkan luka bakar atau cedera serius pada wajah, mata, atau kepala.
Efek Jangka Panjang
Risiko jangka panjang biasanya rendah jika seseorang segera menjauh dari area paparan dan gejala cepat mereda. Namun, paparan dalam jumlah besar atau di ruang tertutup dapat menimbulkan dampak serius, seperti:
Beberapa kelompok lebih rentan mengalami gejala berat, misalnya penderita asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Paparan di ruang tertutup juga meningkatkan bahaya karena zat kimia lebih mudah terperangkap.
Selain itu, penggunaan banyak tabung gas air mata sekaligus bisa meningkatkan konsentrasi bahan kimia di udara dan memperparah efek kesehatan.
Penanganan Paparan Gas Air Mata
Jika terpapar gas air mata, langkah awal yang harus dilakukan:

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
