Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 15.45 WIB

7 Alasan Tren Fibermaxxing Dapat Membahayakan Kesehatan Jika Konsumsi Serat Harian Terlalu Berlebihan

Ilustrasi menjaga asupan serat (Freepik) - Image

Ilustrasi menjaga asupan serat (Freepik)

JawaPos.com – Konsumsi serat memang penting, tetapi tren fibermaxxing yang berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan pencernaan dan metabolisme.

Fibermaxxing merupakan tren konsumsi serat secara ekstrem dengan jumlah melebihi batas kebutuhan harian tubuh.

Menurut Lewis Mattin, dosen senior Ilmu Hayati di Universitas Westminster, belum ada studi manusia kuat terkait asupan serat di atas 40 gram per hari.

Memahami batas aman konsumsi serat penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan mencegah gangguan pencernaan serius.

Berikut 7 alasan tren fibermaxxing dapat membahayakan kesehatan jika konsumsi serat harian terlalu berlebihan dilansir dari laman Science Alert, Rabu (27/8):

1. Gangguan Pencernaan Akibat Serat Berlebih

Asupan serat tinggi secara tiba-tiba dapat menimbulkan kembung, sembelit, dan kram perut. Gejala ini terjadi karena usus tidak siap mencerna volume serat yang besar tanpa adaptasi bertahap.

Kondisi tersebut akan memburuk bila tubuh kekurangan cairan. Untuk mencegahnya, tingkatkan serat secara bertahap dan pastikan asupan air minimal 2 liter per hari.

2. Penyerapan Zat Besi Terhambat

Konsumsi serat berlebihan dapat mengganggu penyerapan zat besi dan beberapa mineral penting. Akibatnya, tubuh lebih rentan mengalami kelelahan, daya tahan tubuh menurun, serta anemia.

Risiko ini meningkat jika pola makan tidak mencukupi kebutuhan zat gizi makro dan mikro. Konsumsi makanan seimbang seperti daging tanpa lemak dan sayuran berwarna gelap bisa membantu menjaga kadar zat besi.

3. Hilangnya Keseimbangan Gizi

Tren fibermaxxing mendorong penggantian kelompok makanan lain dengan serat saja. Ketidakseimbangan ini dapat mengurangi asupan protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks yang dibutuhkan tubuh.

Dampaknya meliputi gangguan metabolisme, energi rendah, serta penurunan massa otot. Kombinasi serat dengan sumber protein dan lemak baik tetap dibutuhkan untuk menjaga fungsi tubuh.

4. Peningkatan Gas dalam Usus

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore