Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 16.52 WIB

Panduan Lengkap Tes DNA: Manfaat, Jenis, dan Proses Pemeriksaan

Tes DNA mengungkap informasi genetik yang tersimpan dalam setiap sel tubuh manusia. (freepik.com) - Image

Tes DNA mengungkap informasi genetik yang tersimpan dalam setiap sel tubuh manusia. (freepik.com)

JawaPos.com - Istilah tes DNA sudah tidak asing lagi. Tes ini sering dikaitkan dengan penentuan hubungan keluarga, tetapi manfaatnya jauh lebih luas. Melalui tes DNA, informasi genetik seseorang dapat terungkap secara detail.

Dilansir dari profngoerahhospitalbali, DNA merupakan singkatan dari deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat, materi genetik yang menyimpan informasi biologis makhluk hidup. Pada manusia, DNA terdapat di inti sel kromosom serta mitokondria.

Struktur DNA pertama kali dipaparkan pada tahun 1953 oleh Francis Crick, ilmuwan asal Inggris, dan James Watson dari Amerika Serikat. Fungsi DNA memberi kode pada manusia, misalnya warna rambut, bentuk mata, dan warna kulit. Perbedaan kecil dalam DNA dapat menghasilkan variasi pada setiap individu.

Jenis Tes DNA yang Umum Dilakukan

Dilansir dari alodokter, tes DNA memiliki banyak kegunaan yang bermanfaat. Selain untuk mengetahui garis keturunan, tes DNA juga dapat membantu mendeteksi penyakit. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu pemeriksaan yang penting untuk dilakukan.

Apabila seseorang memiliki kelainan genetik, ia bisa mengalami penyakit tertentu. Dengan tes DNA, kelainan tersebut dapat dideteksi sejak dini. Inilah alasan mengapa pemeriksaan DNA penting dalam dunia medis.

Beragam jenis tes DNA berhasil dikembangkan berdasarkan kebutuhan. Setiap jenis memiliki tujuan yang berbeda, baik medis maupun non-medis. Berikut adalah beberapa contohnya:

1. Uji Praimplantasi

Uji ini dilakukan pada pasangan yang menjalani program bayi tabung. Sel telur dibuahi di luar tubuh hingga terbentuk bakal janin atau embrio. Akan dipilih embrio yang sehat untuk dimasukkan ke dalam rahim. Dengan demikian, dapat meminimalisir risiko kelainan genetik pada bayi. Tes DNA ini membantu memastikan kehamilan berjalan lebih aman.

2. Uji Prakelahiran

Tes DNA juga bisa dilakukan saat janin masih di dalam kandungan. Sampel cairan ketuban atau jaringan plasenta diambil untuk diuji. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi sindrom atau kelainan bawaan sejak dini.

3. Uji Pembawa (Carrier Testing)

Tes ini ditujukan bagi seseorang yang ingin mengetahui risiko penyakit genetik. Dengan tes DNA, bisa diketahui apakah ia membawa gen tertentu atau tidak. Hasil dari tes ini sangat penting, karena sebagai dasar untuk merencanakan kehamilan bersama pasangan.

4. Uji Prediksi

Jenis tes ini membantu memprediksi potensi penyakit di masa depan. Misalnya seperti risiko kanker payudara atau gangguan jantung. Tes DNA dapat menjadi acuan untuk menjaga pola hidup yang lebih sehat.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore