
Tes DNA mengungkap informasi genetik yang tersimpan dalam setiap sel tubuh manusia. (freepik.com)
JawaPos.com - Istilah tes DNA sudah tidak asing lagi. Tes ini sering dikaitkan dengan penentuan hubungan keluarga, tetapi manfaatnya jauh lebih luas. Melalui tes DNA, informasi genetik seseorang dapat terungkap secara detail.
Dilansir dari profngoerahhospitalbali, DNA merupakan singkatan dari deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat, materi genetik yang menyimpan informasi biologis makhluk hidup. Pada manusia, DNA terdapat di inti sel kromosom serta mitokondria.
Struktur DNA pertama kali dipaparkan pada tahun 1953 oleh Francis Crick, ilmuwan asal Inggris, dan James Watson dari Amerika Serikat. Fungsi DNA memberi kode pada manusia, misalnya warna rambut, bentuk mata, dan warna kulit. Perbedaan kecil dalam DNA dapat menghasilkan variasi pada setiap individu.
Jenis Tes DNA yang Umum Dilakukan
Dilansir dari alodokter, tes DNA memiliki banyak kegunaan yang bermanfaat. Selain untuk mengetahui garis keturunan, tes DNA juga dapat membantu mendeteksi penyakit. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu pemeriksaan yang penting untuk dilakukan.
Apabila seseorang memiliki kelainan genetik, ia bisa mengalami penyakit tertentu. Dengan tes DNA, kelainan tersebut dapat dideteksi sejak dini. Inilah alasan mengapa pemeriksaan DNA penting dalam dunia medis.
Beragam jenis tes DNA berhasil dikembangkan berdasarkan kebutuhan. Setiap jenis memiliki tujuan yang berbeda, baik medis maupun non-medis. Berikut adalah beberapa contohnya:
1. Uji Praimplantasi
Uji ini dilakukan pada pasangan yang menjalani program bayi tabung. Sel telur dibuahi di luar tubuh hingga terbentuk bakal janin atau embrio. Akan dipilih embrio yang sehat untuk dimasukkan ke dalam rahim. Dengan demikian, dapat meminimalisir risiko kelainan genetik pada bayi. Tes DNA ini membantu memastikan kehamilan berjalan lebih aman.
2. Uji Prakelahiran
Tes DNA juga bisa dilakukan saat janin masih di dalam kandungan. Sampel cairan ketuban atau jaringan plasenta diambil untuk diuji. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi sindrom atau kelainan bawaan sejak dini.
3. Uji Pembawa (Carrier Testing)
Tes ini ditujukan bagi seseorang yang ingin mengetahui risiko penyakit genetik. Dengan tes DNA, bisa diketahui apakah ia membawa gen tertentu atau tidak. Hasil dari tes ini sangat penting, karena sebagai dasar untuk merencanakan kehamilan bersama pasangan.
4. Uji Prediksi
Jenis tes ini membantu memprediksi potensi penyakit di masa depan. Misalnya seperti risiko kanker payudara atau gangguan jantung. Tes DNA dapat menjadi acuan untuk menjaga pola hidup yang lebih sehat.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
