
Ilustrasi sayur dan buah, pola makan sehat yang direkomendasikan WHO (LustrousTaiwan/Pixabay)
JawaPos.com - Pola makan sehat sangat penting untuk kesehatan tubuh, sebab dapat mencegah malnutrisi, menjaga berat badan ideal, serta melindungi dari berbagai penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker.
Sayangnya, perubahan gaya hidup menjadi salah satu penyebab pergeseran pola makan. Dari yang tadinya banyak orang mengonsumsi makanan sehat, kini sebagian besar mereka sudah ketagihan makanan olahan.
Padahal, menerapkan pola makan seimbang dengan porsi cukup dan makanan bervariasi termasuk langkah menuju gaya hidup sehat.
Lantas, bagaimana pola makan sehat itu? Cari tahu pola makan sehat yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada uraian di bawah.
Pola Makan Sehat Menurut WHO
Mengutip laman WHO, pola makan sehat mencakup hal-hal berikut:
1. Perbanyak Makan Sayur dan Buah
Penelitian tahun 2021 yang dipublikasi di Korean Journal of Family Medicine menyebutkan pola makan kaya akan buah dan sayur mengurangi risiko terkena diabetes hingga penyakit jantung. Hal ini karena sayur dan buah-buahan merupakan sumber vitamin, mineral, serat, protein nabati, dan antioksidan yang penting.
Disarankan setidaknya mengonsumsi 400 gram atau lima porsi buah dan sayur setiap hari untuk orang dewasa dan anak-anak di atas sepuluh tahun. Adapun anak-anak di bawah sepuluh tahun dianjurkan memakan 250-350 gram per harinya.
Untuk buah, sebaiknya dikonsumsi utuh tanpa dibuat jus. Jus buah tidak memiliki kandungan serat sebanyak buah utuh sehingga bisa meningkatkan kadar gula darah jika diminum terlalu banyak sekaligus.
2. Konsumsi Karbohidrat yang Tepat
Karbohidrat bertepung seperti nasi, roti, kentang, dan sereal perlu memenuhi lebih dari sepertiga makanan yang dikonsumsi. Namun, karbohidrat berserat tinggi atau biji-bijian utuh seperti gandum utuh, beras merah, dan kentang berkulit, lebih disarankan.
Jenis karbohidrat ini mengandung lebih banyak serat dan membantu kenyang lebih lama. Usahakan mengonsumsi setidaknya satu jenis karbohidrat setiap kali makan besar untuk memperoleh asupan energi.
3. Tingkatkan Asupan Protein
Dilansir dari Healthline, protein sering dianggap sebagai zat gizi makro yang paling mengenyangkan. Makanan berprotein tinggi bisa menurunkan kadar ghrelin (hormon lapar) lebih banyak daripada makanan berkarbohidrat.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
