Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 08.13 WIB

7 Makanan Pemicu dan Pereda Asma yang Perlu Diketahui

Ilustrasi penderita asma (Freepik) - Image

Ilustrasi penderita asma (Freepik)

JawaPos.com – Memahami hubungan antara makanan dan asma dapat membantu mengendalikan gejala secara alami dan lebih efektif.

Asma merupakan kondisi pernapasan kronis yang menyebabkan penyempitan saluran napas akibat inflamasi.

Menurut Dr. Levi Keller, dokter spesialis alergi dan imunologi dari University of Colorado Health, konsumsi makanan tertentu dapat memperburuk atau meredakan gejala asma.

Mengetahui jenis makanan yang berpengaruh penting untuk mendukung pengelolaan asma secara optimal sepanjang tahun.

Baca Juga: Harin Model dan Aktris Jepang Mengungkapkan Dirinya Dikeluarkan dari NewJeans Sebelum Debut

Berikut 7 makanan pemicu dan pereda asma yang perlu diketahui dilansir dari laman Health Central, Kamis (14/8):

1. Batasi Produk Olahan dan Pengawet

Makanan tinggi nitrit dan sulfit bisa memicu gejala. Produk olahan seperti sosis, daging kalengan, dan makanan beku kerap mengandung pengawet seperti sodium nitrat dan sulfit. Zat ini dapat menimbulkan respons alergi yang memperburuk asma.

Sebagai alternatif, pilih bahan segar dan olahan rumahan. Perhatikan tabel kandungan sebelum membeli makanan kemasan.

2. Kurangi Makanan Tinggi Gula

Gula berlebih tingkatkan inflamasi saluran napas. Konsumsi gula tambahan, terutama dari minuman kemasan atau kue, berpotensi memperburuk inflamasi paru. Hal ini meningkatkan risiko kekambuhan gejala asma.

Gantilah camilan manis dengan buah potong segar. Minum air putih dingin lebih bermanfaat dibanding minuman bergula tinggi.

3. Hindari Produk Susu Jika Sensitif

Susu bisa tingkatkan produksi lendir. Meski tidak semua penderita asma terpengaruh, sebagian menunjukkan gejala memburuk setelah konsumsi produk susu seperti keju atau krim. Produksi lendir yang meningkat dapat mempersempit saluran napas.

Coba alternatif non-dairy seperti susu oat atau kedelai. Konsultasikan jika perlu eliminasi penuh dari produk susu.

4. Konsumsi Buah Tinggi Antioksidan

Vitamin C dan flavonoid bantu redakan asma. Buah seperti apel, jeruk, dan stroberi mengandung antioksidan yang membantu menurunkan inflamasi di saluran pernapasan. Asupan rutin buah segar bisa mendukung fungsi paru.

Simpan potongan buah dalam wadah portabel untuk camilan sehat. Jus alami tanpa tambahan gula juga efektif dikonsumsi pagi hari.

5. Tambahkan Ikan Berlemak dalam Menu

Omega-3 bantu stabilkan fungsi paru. Ikan seperti salmon, sarden, dan makarel kaya omega-3 yang membantu mengurangi inflamasi dan memperbaiki respons imun tubuh terhadap alergen.

Konsumsi 2-3 kali per minggu dalam porsi 100 gram. Jika tidak konsumsi ikan, pertimbangkan suplemen omega-3 dengan rekomendasi tenaga medis.

6. Perbanyak Asupan Serat dari Sayur

Serat bantu perbaiki mikrobioma usus. Sayuran berdaun hijau, brokoli, dan wortel mengandung serat tinggi yang mendukung sistem kekebalan dan menurunkan risiko peradangan saluran napas.

Masukkan sayur dalam dua waktu makan utama setiap hari. Gunakan metode kukus atau tumis ringan untuk menjaga nutrisinya.

7. Waspadai Alergi Tersembunyi

Beberapa makanan picu reaksi alergi yang berkaitan dengan asma. Makanan seperti kacang tanah, udang, atau telur dapat memicu alergi dan memperparah kondisi asma pada individu sensitif. Reaksi ini terkadang muncul dalam hitungan menit.

Catat makanan yang dikonsumsi saat gejala muncul. Gunakan jurnal makanan untuk membantu mengenali pola pemicu gejala.

Mengatur pola makan yang sesuai dapat mendukung pengelolaan asma dan meningkatkan kenyamanan bernapas setiap hari.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore