Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Agustus 2025 | 19.05 WIB

Deg-degan Saat Harus Disuntik: Tapi, ternyata Seperti Digigit Semut

Dicek: Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono melihat pembukaan program Cek Kesehatan Gratis di Kota Depok, Senin (4/8). (Febry Ferdian/ Jawa Pos) - Image

Dicek: Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono melihat pembukaan program Cek Kesehatan Gratis di Kota Depok, Senin (4/8). (Febry Ferdian/ Jawa Pos)

Kota Depok - Secara serentak, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dimulai di seluruh wilayah di Indonesia. Sejumlah murid yang mendapat program tersebut masih merasa asing. Beberapa diantaranya berdebar ketika menjalani pemeriksaan yang mencakup hampir seluruh tubuh.

Denta, salah satu siswa di SD Prestasi Global, mengaku sempat deg-degan ketika harus menjalani pemeriksaan. Dia mendapat pengecekan tubuh, mengukur tinggi, berat badan, pemeriksaan mata dan kuping serta tangan. Selain itu, Denta juga harus disuntik untuk mendapat imunisasi campak dan rubella.

“Nggak sakit. Awal deg-degan. Tapi kata dokter nggak ada gigi yang bolong. Matanya juga bagus, kata dokter,” jelas Denta.

Senada dengan Denta, Mahija Kavin yang juga merupakan siswa Kelas 1 SD Prestasi Global mengatakan, sempat takut sebelum disuntik, namun ternyata rasanya hanya seperti digigit semut.

“Kayak digigit semut (Disuntik). Nggak sakit,” sebut dia.

Kegiatan di Depok ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Dia menjelaskan, program CKG tahun ini menargetkan sebanyak 53 juta anak sekolah di seluruh Indonesia. Menurut Dante, penyelenggaraan di sekolah dinilai lebih efektif karena memudahkan akses dan koordinasi.

“Kita lakukan ini di awal tahun ajaran baru, sekarang kan awal tahun ajaran baru. Muridnya masih ngumpul, masih siap-siap, sesudah liburan, terus petugasnya datang ke sini, itu yang kita lakukan,” ucapnya.

Dia menambahkan, program ini berbeda dengan kegiatan serupa yang diluncurkan pada momen Hari Ulang Tahun CKG Februari lalu, karena menyasar kelompok usia yang berbeda.

“Jadi sebenarnya beda dengan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan waktu spesial hari ulang tahun dicetus Februari kemarin. Karena itu kelompok-kelompok umur kan beda-beda. Kelompok umur anak yang diperiksa tertentu, kelompok dewasa yang diperiksa tertentu, kelompok lansia yang diperiksa tertentu. Jadi memang supaya kita bisa cost effective dan menajamkan diagnosis, pemeriksaannya itu tidak sama, tiap-tiap kelompok beda-beda,” jelasnya.

Dante pun mengapresiasi pelaksanaan CKG di SD Prestasi Global yang menurutnya berlangsung menyenangkan dan disukai siswa.(bry)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore