Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 12.41 WIB

Terapi Sel Punca: Harapan Baru bagi Pasien dengan Penyakit Kronis dan Degeneratif di Indonesia

Terapi sel punca menawarkan pendekatan yang lebih alami untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. (istimewa) - Image

Terapi sel punca menawarkan pendekatan yang lebih alami untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. (istimewa)

JawaPos.com - Dalam dunia medis yang terus berkembang, terapi sel punca atau stem cell therapy mulai mencuri perhatian sebagai harapan baru bagi pasien dengan berbagai kondisi kesehatan kronis maupun degeneratif. Bukan sekadar tren, terapi ini menawarkan pendekatan yang lebih alami untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak—bahkan pada kasus yang sebelumnya dianggap sulit untuk disembuhkan.

Sel punca memiliki kemampuan luar biasa, ia bisa berkembang menjadi berbagai jenis sel yang dibutuhkan tubuh, seperti sel otot, sel tulang, hingga sel saraf. Inilah mengapa terapi ini kini menjadi pilihan alternatif dalam menangani penyakit seperti osteoarthritis, cedera tulang belakang, diabetes, hingga gangguan jantung.

Di Indonesia, terapi ini sudah mulai dikembangkan di beberapa rumah sakit dan pusat riset. Salah satunya di Rumah Sakit Atma Jaya (RS Atma Jaya). Bekerja sama dengan PT Prodia StemCell Indonesia (ProSTEM), salah satu perusahaan bioteknologi dalam pengembangan dan penyediaan terapi sel punca, rumah sakit akademik swasta ini menjadi yang pertama di Jakarta Utara yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menyelenggarakan layanan terapi sel berbasis penelitian.

"Kolaborasi ini merupakan wujud nyata RS Atma Jaya dalam menghadirkan layanan medis yang tidak hanya mutakhir, tetapi juga aman, berbasis bukti ilmiah, dan menjangkau masyarakat luas," ujar Direktur RS Atma Jaya, dr. Maria Theresia Yulita saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) di Jakarta Utara, Selasa (29/7).

"Sebagai rumah sakit pendidikan utama dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, kami memiliki tanggung jawab untuk terus berinovasi dan memajukan ekosistem kesehatan di Indonesia," tambahnya.

Pihak ProSTEM memilih RS Atma Jaya sebagai mitra klinis karena reputasinya yang kuat dalam pelayanan, pengawasan mutu, serta kapabilitas sumber daya manusia yang profesional. Keunggulan ProSTEM antara lain fasilitas produksi berbasis CDMO (Contract Development and Manufacturing Organization), sistem Quality Control (QC) yang transparan dan terintegrasi, layanan menyeluruh dari pengambilan hingga penyediaan produk terapi sel, dukungan publikasi ilmiah dan riset kolaboratif, serta jejak klinis yang solid dengan institusi medis dalam dan luar negeri.

"Kami menyambut baik kemitraan dengan RS Atma Jaya karena sejalan dengan komitmen kami dalam menghadirkan layanan terapi sel yang berstandar internasional, didukung fasilitas produksi GMP (Good Manufacturing Practice) dan pengujian mutu yang lengkap melalui laboratorium Quality Control internal kami," ujar Direktur Utama PT Prodia StemCell Indonesia, Cynthia Retna Sartika.

Melalui kemitraan ini, diharapkan dapat mengembangkan berbagai program berbasis stem cell seperti pelatihan dokter, uji klinis untuk penyakit degeneratif, edukasi publik mengenai bioteknologi, hingga penyusunan model bisnis layanan regeneratif berkelanjutan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore