Ilustrasi siklus haid. (Wayhomestudio/Freepik).
JawaPos.com – Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda. Rata-rata siklus haid adalah 28 hari, bahkan dapat berkisar dari 21 hingga 45 hari.
Siklus haid yang tidak muncul tepat waktu kerap dianggap sebagai tanda utama kehamilan. Namun, terlambatnya siklus menstruasi punya banyak kemungkinan lain selain kehamilan.
Jawapos telah merangkum berbagai kemungkinan yang bisa menjadi faktor di balik keterlambatan haid. Berikut adalah 8 alasan paling umum untuk membantu Anda mengatasinya.
Stres berkepanjangan bisa mengganggu keseimbangan hormonal tubuh, yang dapat mengakibatkan terlambatnya siklus menstruasi.
Saat kita stres, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon yang disebut kortisol, yang bisa mengganggu produksi hormon yang dibutuhkan untuk periode haid.
Meski begitu, biasanya siklus haid akan kembali lancar setelah tingkat stres berkurang. Namun, stres kronis dapat berisiko menghentikan siklus haid. Oleh karena itu, Anda juga perlu memeriksa apakah stres yang Anda alami bersifat jangka pendek atau kronis.
Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat mengakibatkan siklus haid terganggu. Ketika kadar hormon tiroid terlalu rendah atau terlalu tinggi, ini bisa menyebabkan pendarahan menstruasi yang berkepanjangan, siklus anovulasi (siklus tanpa ovulasi), dan periode haid tidak teratur.
Bahkan dalam beberapa kasus, gangguan tiroid juga dapat menyebabkan menstruasi terhenti selama beberapa bulan, yang biasa disebut amenorrhea.
Pernahkah Anda melakukan olahraga ekstrim dan mungkin bertanya-tanya mengapa siklus menstruasi Anda datang terlambat?
Aktivitas fisik berlebihan dapat menghentikan siklus haid Anda karena menyebabkan metabolisme melambat, yang bisa mengakibatkan masa ovulasi berhenti ketika tubuh Anda berusaha menghemat energi.
Penurunan atau kelebihan berat badan ternyata juga bisa mempengaruhi siklus haid. Berat badan yang terlalu rendah atau gangguan makan bisa menghentikan ovulasi, yang membuat periode menstruasi menjadi tidak teratur.
Sementara itu, indeks massa tubuh (body mass index/BMI) yang tinggi dan obesitas juga bisa menyebabkan perubahan kadar hormon, khususnya estrogen dan progesteron, yang mengganggu siklus haid.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
