
Influencer cilik Ryu Kintaro. (Abdul Rahman/Jawapos)
JawaPos.com - Ryu Kintaro, influencer cilik menceritakan pengalamannya yang pernah mengalami alergi susu sapi di usia dini. Reaksi yang terjadi, dia mengalami gatal-gatal pada bagian tubuhnya dan perutnya jadi sakit.
Kondisi tersebut tentu saja membuatnya merasa tidak nyaman. Orang tuanya lantas membawanya ke dokter dan Ryu Kintaro divonis mengalami alergi susu sapi.
Orang tua Ryu Kintaro kemudian mengalihkannya ke jalur alternatif susu kedelai. Pilihan ini terbukti membawa dampak positif pada kondisi kesehatannya dan juga tidak menghambat pertumbuhannya.
"Mama awalnya bingung kenapa kulit aku gatal-gatal. Setelah diperiksa, ternyata aku sensitif susu sapi," kata Ryu Kintaro dalam acara Soyalympic Door of Future 2025 di bilangan Jakarta Selatan.
Orang tua dari influencer yang sudah memiliki bisnis sendiri yang masih merupakan anak di bawah umur, juga berusaha mengatasi alerginya dengan sejumlah cara. Salah satunya memberikan Ryu jamu. Alhasil, alergi susu sapinya terus berkurang dari waktu ke waktu.
"Setelah umur 6 atau 7 tahun, aku tidak lagi mengalami alergi susu sapi," paparnya.
Alergi susu sapi merupakan salah satu jenis alergi yang paling umum dialami oleh anak-anak. Sayangnya, gejalanya kerap disalahartikan sebagai masalah ringan seperti gangguan pencernaan atau ruam biasa.
Jika tidak ditangani secara tepat, alergi ini bisa berdampak buruk pada tumbuh kembang anak, terutama dalam fase emas pertumbuhan mereka. Menurut data medis, sekitar 25–80 persen anak memiliki risiko alergi jika ada riwayat alergi di dalam keluarga.
Tak heran jika 70,6 persen orang tua merasa cemas mengenai kemungkinan anak mereka terkena alergi makanan, terutama mereka yang memiliki riwayat dalam keluarga. Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr. Sp.A(K), M.Kes, selaku dokter spesialis alergi dan imunologi anak mengingatkan akan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan alergi.
"Jika anak sensitif terhadap susu sapi, harus menghindarinya. Untuk tumbuh kembang anak, sebaiknya menggunakan ASI saja dulu jika masih menyusu. Dan selama menyusui, ibunya tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung susu sapi dan turunannya. Tapi, jika anak sudah tidak menyusu, bisa menggunakan susu kedelai sebagai alternatif,"ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
