Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juli 2025 | 17.15 WIB

Indonesia, Swiss, dan AS Berkolaborasi Kembangkan Terapi Regeneratif di Vinski Tower

Prof. Dr. Deby Vinski, pelopor terapi anti-aging dan stem cell, memimpin penandatanganan MOA strategis dengan sejumlah pihak terkait. (Istimewa)

JawaPos.com-Indonesia kembali mencatat sejarah dalam dunia pengobatan regeneratif. Prof. Dr. Deby Vinski, pelopor terapi anti-aging dan stem cell, memimpin penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) strategis antara Celltech Stem Cell Centre, World Council for Preventive Regenerative and Anti-Aging Medicine (WOCPM), World Council of Stem Cell (WOCS), Swiss Stem Cell Biotech, dan perusahaan bioteknologi asal Amerika, BioViva Sciences USA Inc.

Penandatanganan ini berlangsung di Vinski Tower, Jakarta, menandai kolaborasi global dalam riset, inovasi teknologi sel punca, dan pengembangan pengobatan regeneratif yang aman, efektif, dan berstandar internasional.

Salah satu momen penting dalam agenda ini adalah terapi stem cell langsung oleh Dr. Eugene Durenard, Presiden Swiss Stem Cell Biotech, yang dilakukan di fasilitas Celltech. Hal ini menjadi simbol nyata pengakuan dunia terhadap kualitas medis Indonesia.

"Kemitraan ini adalah langkah nyata menuju era baru pengobatan berbasis sains regeneratif. Kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia di peta global terapi sel punca dan longevity," ujar Prof. Deby Vinski, yang juga menjabat Presiden WOCPM dan WOCS.

Sebelumnya, kerja sama Celltech dan Swiss Stem Cell Biotech telah dimulai lewat penandatanganan MOU, dan kini berkembang menjadi kesepakatan resmi yang lebih luas dan konkret.

Dr. Eugene Durenard menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara dalam pengembangan precision medicine. "Kolaborasi ini akan mempercepat lahirnya terobosan medis yang sangat dibutuhkan dunia, terutama dalam pengobatan berbasis gen dan regeneratif," jelasnya.

Sementara itu, BioViva Sciences USA Inc, yang dikenal sebagai pionir terapi gen dan longevity gene therapy, menyatakan komitmennya untuk mendukung riset dan inovasi medis bersama Celltech.

Acara ini juga dihadiri Ketua Umum PDSI Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyatno SpB, MARS, dan Sekjen PDSI Dr. dr. Dollar, serta Cici Faramida, ikon anti-aging Indonesia.

Dr. Jajang memuji kontribusi Prof. Deby sebagai tokoh kesehatan nasional yang membawa nama baik Indonesia ke panggung internasional, serta mendorong health tourism sebagai solusi pemulihan devisa negara.

"Teknologi seperti ini perlu didukung penuh oleh pemerintah karena potensinya sangat besar, baik secara medis maupun ekonomi," tegasnya.

Dalam MOA tersebut, disepakati berbagai agenda besar, antara lain: Riset dan pengembangan teknologi terapi sel punca; Transfer teknologi antara negara mitra; Standardisasi dan sertifikasi prosedur terapi sesuai regulasi internasional; Pengembangan pusat unggulan terapi stem cell dan longevity medicine di Indonesia; Dukungan untuk pengembangan medical tourism dan pelayanan Longevity Concierge.

Sementara itu, aat ini, ribuan pasien dari berbagai negara—termasuk dari AS, Eropa, Timur Tengah, dan Asia—telah mendaftar untuk mendapatkan layanan terapi sel punca, longevity gene therapy, immunotherapy anti-aging, dan cancer prevention therapy di Celltech. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore