Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 00.22 WIB

Karbohidrat: Sahabat atau Musuh? Ini Cara Cerdas Atur Konsumsinya agar Tetap Sehat

Karbohidrat (Dok. Fitnessindonesia)

JawaPos.com - Karbohidrat acap kali disalahkan atas kenaikan berat badan dan dicap tidak sehat. Faktanya, tidak semua karbohidrat sama dan dampaknya terhadap kesehatan bisa sangat bervariasi tergantung pada jenisnya, jumlah yang dikonsumsi, bagaimana karbohidrat dipadukan dengan makanan lain, dan kesehatan anda secara keseluruhan.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari lebih lanjut tentang karbohidrat dan bagaimana mengelola karbohidrat dalam pola makan yang sehat. 
 
Mengutip dari splenda.com, karbohidrat merupakan salah satu dari tiga zat gizi makro (bersama dengan protein dan lemak) yang perlu dikonsumsi manusia.
 
 
Banyak ditemukan dalam makanan nabati, karbohidrat yang anda makan dipecah menjadi glukosa selama proses pencernaan dan kemudian diserap ke dalam aliran darah. Peningkatan kadar glukosa darah ini memicu pankreas untuk melepaskan insulin, hormon yang membantu sel menyerap glukosa dan menggunakannya sebagai energi.
 
Namun begitu, terlalu banyak karbohidrat yang diserap ke dalam gula darah dapat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Anda harus pintar dalam mengatur kadar gula darah yang merupakan kunci untuk menjaga kadar energi tetap stabil dan mencegah lonjakan rasa lapar, serta dapat membantu dalam manajemen berat badan. 
 
Kadar gula darah yang terus-menerus tinggi juga dapat menyebabkan resistensi insulin (pendahulu diabetes tipe 2) dan dapat merusak pembuluh darah, saraf serta organ tubuh seiring berjalannya waktu. 
 
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam mengelola karbohidrat untuk pola makan yang sehat:
 
1. Ambil piring ukuran sedang. Penting bagi anda memperhatikan jumlah yang anda makan, semakin banyak kalori yang masuk akan semakin tinggi kadar gula darah anda dan semakin rentan anda akan ancaman diabetes.
 
2. Isi setengah piring dengan sayuran non tepung, seperti kacang hijau, brokoli, kembang kol, wortel, dan salad. Sayuran ini memiliki kalori dan karbohidrat yang minimal. Ingatlah bahwa anda tidak harus memakan sayuran begitu saja. Tambahkan rasa dengan herba, rempah-rempah, atau pemanis.
 
3. Kombinasikan isi piring anda dengan protein rendah lemak, seperti ayam, kalkun, salmon atau tahu. Lakukan juga pengolahan dengan cara memanggang atau membakar, bukan dengan menggoreng.
 
Penting juga untuk tidak mengkonsumsi gula tambahan yang banyak ditemui pada produk makanan olahan seperti yogurt, soda, sereal dan lainnya. 
 
Gula tambahan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat dan merupakan salah satu bahan utama yang mendorong epidemi obesitas dan diabetes.
 
Nah, tidak terlalu sulit bukan, butuh karbohidrat bukan berarti harus dikonsumsi dalam jumlah banyak, perlu keseimbangan agar kesehatan tetap terjaga.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore