Ilustrasi tidur (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Tidur yang cukup sering dikaitkan dengan kesehatan yang optimal. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat berdampak buruk pada tubuh, termasuk meningkatkan risiko penyakit jantung.
Namun, benarkah tidur yang kurang bisa langsung menyebabkan penyakit jantung? Banyak orang percaya demikian, tapi menurut Dokter Tirta, ada hal yang lebih penting dari sekadar durasi tidur.
Pentingnya Fase Deep Sleep
Menurut Dokter Tirta, yang menentukan kualitas tidur bukan hanya durasi, tetapi juga fase tidur yang dialami. Fase deep sleep merupakan tahap tidur yang paling penting bagi tubuh untuk memulihkan diri. Fase ini biasanya berlangsung antara satu setengah hingga tiga jam dalam satu siklus tidur.
Tidur Kurang dari 6 Jam, Berbahayakah?
Banyak orang khawatir jika tidur kurang dari enam jam setiap malam bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Dokter Tirta menjelaskan bahwa hal ini tidak selalu benar. Jika dalam enam jam tidur seseorang bisa mencapai deep sleep sebanyak dua kali, maka risiko terhadap kesehatan tidak terlalu tinggi. Dengan kata lain, kualitas tidur lebih penting daripada sekadar lamanya tidur.
Perbedaan Durasi Tidur Berdasarkan Usia
Kebutuhan tidur manusia berubah seiring bertambahnya usia. Anak-anak dan balita bisa membutuhkan tidur hingga 10 jam per malam. Namun, bagi orang dewasa di atas 30 tahun, durasi tidur yang ideal berkisar antara lima hingga tujuh jam. Hal ini terjadi karena komposisi otak berubah, sehingga area yang berperan dalam mengatur tidur juga mengalami penyesuaian.
Tidur Siang Bisa Jadi Solusi
Bagi mereka yang memiliki pekerjaan dengan jadwal malam, seperti pekerja shift atau tenaga kesehatan, tidur di pagi atau siang hari tetap bisa membantu tubuh beristirahat. Walaupun tidur siang mungkin tidak memberikan pemulihan tubuh secara maksimal, otak tetap memiliki kesempatan untuk beristirahat. Oleh karena itu, tidur di luar waktu malam tidak sepenuhnya buruk jika dilakukan dengan pola yang benar.
Bahaya Tidak Tidur Berhari-hari
Yang paling berbahaya bukanlah kurang tidur dalam satu malam, tetapi tidak tidur sama sekali dalam beberapa hari berturut-turut. Menurut Dokter Tirta, kondisi ini bisa meningkatkan risiko stroke dan gangguan kesehatan lainnya. Kurang tidur yang ekstrem menyebabkan stres pada tubuh dan mengganggu berbagai fungsi organ vital.
Lucid Dream dan Tidur Berkualitas
Banyak orang mengalami lucid dream atau mimpi sadar saat tidur. Namun, fase ini bukanlah deep sleep yang memberikan pemulihan maksimal. Deep sleep terjadi setelah tubuh benar-benar rileks dan mencapai tahap tidur paling dalam. Oleh karena itu, tidur yang sering terganggu oleh mimpi atau sering terbangun di tengah malam bisa mengurangi kualitas tidur secara keseluruhan.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
